BANJARNEGARA, Mercusuar.co – Tarawih Silaturohim (Tarhim) Forkompimda putaran ke – 3 Tim satu yang dipimpin Staf Ahli bidang Politik dan Hukum Sila Satriana menyambangi Masjid Al Huda Desa Petambakan Kecamatan Madukara pada Selasa (11/3/2025).
Kegiatan Tarawih Silaturohim diawali dengan buka bersama dan dilanjutkan dengan sholat Magrib dan dilanjut dengan tarawih bersama Forkompimda, OPD dilingkungan pemkab Banjarnegara, Forkompimca serta Ratusan masyarakat Desa Petambakan.
Usai tarawih dilanjutkan dengan acara seremoni dari pemerintah daerah yaitu penyerahan bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional Banjarnegara serta bantuan Al-Qur’an dari Kantor Kementrian Agama Banjarnegara.
Plt Camat Madukara Heri Arumbinuko saat menyampaikan sambutan mengatakan jika kondisi masyarakat di Kecamatan Madukara secara keseluruhan sudah menjalankan program pemerintah daerah di bidang Pendidikan, dan kesehatan.
Ia juga mengatakan jika kemiskinan Ekstrim di Kecamatan Madukara juga sudah tidak adalagi. “Secara umum kita ikut mendukung program pemerintah daerah, dengan menyelesaikan permasalahan di wilayah kecamatan Madukara,” kata Heri.
Heri juga berharap agar pemerintah daerah bisa merealisasikan hasil Musrencam Kecamatan Madukara dimana sebagain besar desa menginginkan adanya pelebaran jalan Madukara -Plipiran serta jalan Larangan sampai Limbangan . “Mudah -mudahan di tahun mendatang keinginan masyarakat itu bisa terealisasi,” lanjutnya.
Sementara Wakil bupati Banjarnegara yang diwakili Staf Ahli bupati bidang Politik dan Hukum Sila Satriana mengajak masyarakat untuk ikut berperan dalam program pembangunan yang canangkan oleh Bupati Amalia Desiana dan Wahid Jumali yaitu Banjarnegara Maju dan Sejahtera.
Sila mengatakan, makna dari Maju sendiri yaitu Maju dari sisi Pendidikan, kesehatan. Ia mengatakan, saat ini masih ada masalah kesehatan seperti stunting serta masalah Pendidikan yaitu masih banyaknya anak tidak sekolah.
Sementara makna sejahtera lanjut Sila, adalah upaya peningkatan perekomonian masyarakat , karena saat ini kita masih pada urutan nomer lima dari bawah untuk kemiskinan di Jawa Tengah.
“Jadi sejahtera sendiri saat ini menjadi sebuah keprihatinan bersama, untuk itu bupati dan wakilbupati dalam program 100 harinya adalah membuat progran yang bisa langsung di rasakan masyarakat,”jelasnya.
Terkait dengan kondisi wilayah Banjarnegara yang rawan dengan bencana saat musim hujan, Sila berpesan agar masyarakat selalu waspada . “kita harus berupaya untuk bersahabat dengan alam, sehingga kita bisa membaca tanda-tanda alam sehingga kita terhindar dari bencana,” katanya.(ahr)