Event yang Picu Kerumunan Ditiadakan di Peringatan Hari Jadi ke-196 Wonosobo

event dihapus
Mercusuar/Dok -TABUR BUNGA : Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat dan Wakil Bupati Wonosobo Muhammad Albar menabur bunga pada prosesi peringatan hari jadi Kabupaten Wonosobo ke-196 belum lama ini.

MERCUSUAR.CO, Wonosobo – Hari jadi Kabupaten Wonosobo ke-196 tetap digelar dengan menerapkan pembatasan ketat dan menerapkan protokol kesehatan.

Acara-acara yang berpotensi menyebabkan atau melibatkan massa ditiadakan.

Peringatan hari jadi tahun ini pemkab Wonosobo mengangkat tema ” Sesarengan Mbangun Wonosobo” dengan harapan momentum hari jadi tersebut menjadi penggerak seluruh masyarakat untuk membangun solidaritas dan kepedulian, khususnya dalam menghadapi masa pandemi COVID-19.

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat,melalui surat edaran resmi nomor 003.3/2021, menetapkan pelaksanaan sejumlah even Hari Jadi ke-196 akan mengacu pada ketentuan pemerintah terkait upaya menekan penyebaran COVID-19.

“Pertimbangan utama tetap digelarnya peringatan Hari Jadi ke-196 adalah adanya faktor budaya, adat istiadat keselamatan dan kesehatan masyarakat serta branding Wonosobo The Soul Of Java, namun dengan tetap mematuhi ketentuan terkait pencegahan COVID-19,” terang Sekretaris Daerah One Andang Wardoyo, saat ditemui di ruangannya belum lama ini.

Menurut Andang, Hari Jadi ke-196 Kabupaten Wonosobo dengan sangat sederhana, namun tetap khidmat, terbatas dan tertutup serta mengoptimalkan media virtual/daring.

“Perlu saya tegaskan juga bahwa kami meniadakan kegiatan peringatan hari jadi di tingkat kecamatan maupun desa demi menghindari adanya konsentrasi massa yang berpotensi menjadi media penyebaran COVID-19,” lanjutnya.

Sejumlah kegiatan yang akan tetap dilaksanakan dalam rangka peringatan hari jadi yaitu sabda pangarsa praja, atau pidatao arahan bupati tepat pada tanggal 24 Juli yang dapat diikuti secara daring

Kemudian pisowanan mirunggan, atau simbolis pisowanan agung dan launching festival sindoro sumbing sekaligus peluncuran buku e-book wayang kedu yang juga digelar melalui live streaming.

“Panitia juga menyelenggarakan beberapa even kompetisi seperti lomba menulis menulis sejarah Wonosobo, kemudian ada pula serangkaian lomba esai, dalam rangka menampung aspirasi masyarakat umum terkait masalah pendidikan di Kabupaten Wonosobo di era pandemi COVID-19, juga secara online,” bebernya.

Meski berlaku pembatasan ketat dan protokol kesehatan pecengahan covid-19, pada saat peringatan hari jadi tepat pada sabtu 24 juli, segenap pejabat struktural dan karyawan karyawati pada perangkat daerah, pimpinan instansi vertikal, pimpinan BUMD BUMN serta aparat pemerintah desa/kelurahan di kabupaten wonosobo ditegaskan andang wajib menggunakan pakaian adat wonosobo (pakaian pisowanan agung).

Sekda menyebut telah diatur dalam surat keputusan bupati wonosobo nomor : 430/996/2019 tanggal 19 desember 2019, tentang penetapan pakaian adat wonosobo untuk upacara pisowanan agung hari jadi Kabupaten Wonosobo.

Pakaian adat, menurut andang dikenakan pejabat baik yang mengikuti proses secara offline maupun online melalui aplikasi zoom.

Setiap perangkat daerah di lingkungan pemkab wonosobo, disebut andang juga terlibat dalam peringatan hari jadi, baik instansi vertikal, BUMD BUMN serta desa kelurahan di kabupaten wonosobo.

Dengan memasang hiasan/dekorasi bernuansa jawa yang syarat makna, seperti penjor-penjor yang terbuat dari janur kuning di sekitar halaman instansi/kantor, mulai tanggal 22 s.d. 31 juli 2021.

“kemudian juga memasang media banner berisikan tema, logo hari jadi kabupaten wonosobo ke-196, lambang daerah dan logo wonosobo the soul of java di sekitar halaman instansi/kantor mulai tanggal 20 s.d. 31 juli 2021,” tandasnya.

Pos terkait