MERCUSUAR.CO, Jakarta – Krisis akibat pandemi Covid-19 saat ini dinilai sudah memasuki rute ketiga, yakni tahapan krisis sosial. Jika pemerintah tidak tanggap, maka krisis sosial akan berlanjut menjadi krisis politik.
“Tanda-tandanya menunjukkan bahwa kita ada di lampu kuning. Pandemi sudah menyebabkan krisis ekonomi dan sekarang berlanjut pada krisis sosial,” kata Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta di Jakarta, Rabu (28/7) petang.
Hal itu disampaikannya dalam pengantar diskusi Gelora Talk dengan tema ‘Pandemi Berlanjut, Akankah Memicu Krisis Sosial.’
Menurutnya, krisis ekonomi saat ini menyebabkan gelombang PHK besar-besaran dan angka kemiskinan naik 50 persen.
“Selain itu, suasana jiwa masyarakat (public mood) saat ini diliputi kesedihan, ketakutan, kemarahan dan frustasi. Kondisi tersebut bisa saja berbuah pada ledakan sosial dan krisis politik, bila tidak dikelola dengan baik oleh pemerintah,” ujarnya.
Di samping itu, kata dia, ternyata vaksinasi tidak mampu mencegah munculnya varian baru. Vaksin terlihat kalah kuat dari varian baru yang terus bermunculan, sehingga masih dibutuhkan beberapa kali vaksin lagi.
“Hal itu semua jelas menyangkut daya tahan fiskal dan kapasitas pemerintah. Sebab, pandemi menyedot anggaran sedemikian rupa,” tandasnya.
Sementara pada waktu yang sama, menutup sebagian besar sumber pendapatan pemerintah. Situasi saat ini tentu saja menjadi ujian dan tantangan yang sulit bagi pemerintah.
“Apalagi jika melihat tanda-tanda, krisis terlihat akan semakin membesar. Hal itu juga menimbulkan pertanyaan, berapa lama pemerintah bisa bertahan dalam situasi seperti ini,” tegasnya.
Termasuk apakah daya tahan fiskal pemerintah mampu mengatasi persoalan ini. Sebab, krisis akan jauh lebih besar dari yang diperkirakan.