Tujuh Caleg Terpilih di Jateng Berpotensi Diganti, Ini Alasannya

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Tengah telah menetapkan 120 calon legislatif (caleg) terpilih pada Pemilu 2024. Dari ratusan caleg tersebut, tujuh di antaranya berpotensi untuk diganti. Hal ini disampaikan oleh Ketua KPU Jateng, Handi Tri Ujiono, dalam acara Rapat Pleno Terbuka Perhitungan dan Penetapan Perolehan Jumlah Kursi dan Calon Terpilih Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah di Kantor KPU Jateng.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Tengah telah menetapkan 120 calon legislatif (caleg) terpilih pada Pemilu 2024. Dari ratusan caleg tersebut, tujuh di antaranya berpotensi untuk diganti. Hal ini disampaikan oleh Ketua KPU Jateng, Handi Tri Ujiono, dalam acara Rapat Pleno Terbuka Perhitungan dan Penetapan Perolehan Jumlah Kursi dan Calon Terpilih Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah di Kantor KPU Jateng.

MERCUSUAR.CO, Semarang, 31 Mei 2024 – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Tengah telah menetapkan 120 calon legislatif (caleg) terpilih pada Pemilu 2024. Dari ratusan caleg tersebut, tujuh di antaranya berpotensi untuk diganti. Hal ini disampaikan oleh Ketua KPU Jateng, Handi Tri Ujiono, dalam acara Rapat Pleno Terbuka Perhitungan dan Penetapan Perolehan Jumlah Kursi dan Calon Terpilih Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah di Kantor KPU Jateng.

Handi mengungkapkan bahwa ada enam caleg terpilih dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang mengajukan pengunduran diri, sementara satu caleg dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meninggal dunia.

“Mekanisme pergantian calon ada tiga, yaitu karena meninggal, mengundurkan diri, dan pidana putusan pengadilan. Meski demikian, proses pergantian tersebut masih berlanjut dan akan ditentukan dalam rapat pleno lanjutan,” jelas Handi.

Ketika ditanya mengenai nama dan alasan pengunduran diri enam caleg PDIP, Handi belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut. Proses klarifikasi masih berlangsung, termasuk menentukan siapa yang akan menggantikan posisi caleg yang mengundurkan diri tersebut.

“Kami masih harus melakukan klarifikasi terkait alasan pengunduran diri. Penggantinya akan diambil dari peserta pemilu yang memenuhi syarat. Mengenai apakah pengunduran diri tersebut terkait dengan sistem KomandanT, kami akan mengikuti prosedur sesuai aturan yang berlaku,” tambahnya.

Dalam rapat pleno ini, selain menetapkan 120 caleg terpilih, KPU Jateng juga menetapkan perolehan kursi partai politik (parpol) di DPRD Jawa Tengah. PDIP meraih kursi terbanyak dengan total 33 kursi. Diikuti oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan 20 kursi, sedangkan Partai Gerindra dan Partai Golkar masing-masing mendapatkan 17 kursi.

“Perolehan suara sah antara Gerindra dan Golkar akan dilihat lebih lanjut untuk menentukan urutan ketiga. Kami masih perlu memastikan suara sah yang diperoleh masing-masing partai untuk menyusun urutan secara akurat,” tutup Handi.

Penetapan caleg dan perolehan kursi ini menandai langkah penting dalam proses Pemilu 2024 di Jawa Tengah. KPU Jateng berkomitmen untuk melanjutkan proses ini dengan transparan dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, guna memastikan pemerintahan yang demokratis dan representatif.

Pos terkait