Nasib TikTok di Amerika Serikat Akan Ditentukan Lebih Cepat

Ilustrasi TikTok
Ilustrasi TikTok

MERCUSUAR.CO – Nasib TikTok di Amerika Serikat akan segera ditentukan dengan percepatan proses hukum yang mengharuskan aplikasi populer tersebut menyerahkan pengarahan hukum pada 20 Juni 2024. Sebelumnya, sekelompok kreator TikTok mengajukan gugatan untuk memblokir Undang-Undang yang berpotensi melarang aplikasi yang digunakan oleh sekitar 170 juta orang Amerika.

Kelompok kreator tersebut menekankan bahwa aturan baru ini memiliki dampak signifikan pada kehidupan warga AS. Gugatan serupa juga diajukan oleh TikTok dan perusahaan induknya, ByteDance. Menurut laporan dari Reuters, pengadilan banding telah menetapkan jadwal pengarahan hukum untuk kedua pihak, di mana TikTok dan ByteDance harus menyerahkan dokumen mereka pada 20 Juni, sementara Departemen Kehakiman diberi tenggat waktu hingga 26 Juli. Balasan dari kedua pihak dijadwalkan pada 15 Agustus.

Bacaan Lainnya

TikTok optimistis dengan jadwal jalur cepat ini dan yakin bahwa masalah hukum yang mereka hadapi dapat diselesaikan tanpa perlu meminta bantuan darurat. Selain itu, baik TikTok maupun Departemen Kehakiman telah mengusulkan keputusan pada 6 Desember, dengan kemungkinan peninjauan oleh Mahkamah Agung jika diperlukan.

Undang-Undang yang memicu kontroversi ini ditandatangani oleh Presiden Joe Biden pada 24 April lalu. UU tersebut memberi ByteDance tenggat waktu hingga 19 Januari untuk menjual TikTok, atau aplikasi tersebut akan diblokir di AS. Gedung Putih menekankan bahwa tujuan mereka adalah mengakhiri kepemilikan berbasis China atas TikTok demi alasan keamanan nasional, tanpa bermaksud melarang aplikasi tersebut sepenuhnya.

UU tersebut juga melarang toko aplikasi seperti Apple dan Google untuk menyediakan TikTok kecuali ByteDance melakukan divestasi. Langkah ini didorong oleh kekhawatiran anggota parlemen AS bahwa pemerintah Cina dapat mengakses data pengguna Amerika atau memata-matai mereka melalui aplikasi tersebut. Undang-Undang ini disahkan dengan cepat oleh Kongres, hanya beberapa minggu setelah diperkenalkan, menunjukkan tingginya kekhawatiran terkait isu keamanan nasional ini.

Pos terkait