Mentan Dorong Harga Jagung Stabil dan Lepas Ekspor Perdana ke Filipina

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya menjaga harga jagung di tingkat petani agar tetap stabil. Dalam acara pelepasan ekspor perdana jagung ke Filipina di Provinsi Gorontalo, Mentan menekankan bahwa kesejahteraan petani harus ditingkatkan melalui produksi yang berkelanjutan. Ia juga meminta Badan Urusan Logistik (Bulog) segera melakukan penyerapan jagung dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) di atas Rp 5.000 per kilogram.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya menjaga harga jagung di tingkat petani agar tetap stabil. Dalam acara pelepasan ekspor perdana jagung ke Filipina di Provinsi Gorontalo, Mentan menekankan bahwa kesejahteraan petani harus ditingkatkan melalui produksi yang berkelanjutan. Ia juga meminta Badan Urusan Logistik (Bulog) segera melakukan penyerapan jagung dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) di atas Rp 5.000 per kilogram.

MERCUSUAR.CO, Gorontalo, 31 Mei 2024 – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya menjaga harga jagung di tingkat petani agar tetap stabil. Dalam acara pelepasan ekspor perdana jagung ke Filipina di Provinsi Gorontalo, Mentan menekankan bahwa kesejahteraan petani harus ditingkatkan melalui produksi yang berkelanjutan. Ia juga meminta Badan Urusan Logistik (Bulog) segera melakukan penyerapan jagung dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) di atas Rp 5.000 per kilogram.

“Kami sudah meminta Bulog agar menyerap jagung dengan HPP di atas Rp 5.000 per kilogram. Jadi tolong Bulog segera bergerak,” ujar Mentan Andi Amran Sulaiman saat melepas ekspor tersebut.

Bacaan Lainnya

Mentan berharap para pengusaha dan pemerintah daerah dapat terus mendampingi petani jagung yang sedang panen raya, sehingga harga jagung di tingkat petani tidak jatuh ke titik yang memprihatinkan. Ia menegaskan bahwa harga jagung yang rendah dapat merugikan petani dan mengancam kesejahteraan mereka.

“Tolong jangan biarkan petani berjalan sendirian. Harga jagung Rp 3.800 itu di bawah HPP. HPP kita sekarang adalah Rp 5.000. Kita jangan menzalimi petani kita. Kita sendiri yang ingin mendzolimi dan membiarkan pangan kita impor. Itu secara tidak langsung dzolim terhadap petani,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Mentan juga berterima kasih kepada para pengusaha yang terus melakukan pembelian jagung untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor. Ia berharap pengusaha lain juga melakukan hal yang sama di seluruh Indonesia.

“Terima kasih kepada para pengusaha yang telah mewakili pemerintah, mengharumkan nama Indonesia di mata dunia melalui ekspor,” ucapnya.

Sebelumnya, Mentan Andi Amran Sulaiman melepas ekspor perdana jagung sebesar 50.000 ton ke Filipina. Selain itu, jagung juga dikirim untuk pasar domestik di seluruh Indonesia. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan volume ekspor dan produktivitas jagung di Provinsi Gorontalo.

“Ini luar biasa karena lima bulan lalu kita impor 250 ribu ton, tetapi hari ini kita mengekspor ke Filipina 50.000 ton. Ini adalah kebangkitan kita di sektor pangan khususnya jagung, dan bahkan kita telah mengirim ke beberapa daerah sebanyak 264 ribu ton,” ujarnya.

Mentan menargetkan Provinsi Gorontalo menjadi percontohan keberhasilan daerah dalam meningkatkan produksi secara cepat. Ia berharap tahun depan Gorontalo mampu mencapai produksi di atas 2 juta ton dari produksi saat ini yang hanya 1,5 juta ton.

“Oleh karena itu, kami memberikan bantuan benih untuk 100 ribu hektare di Provinsi Gorontalo. Insyaallah tahun depan Gorontalo mencapai target di atas 2 juta ton. Saya yakin pasti bisa karena orang Gorontalo sangat hebat. Saya juga mengapresiasi Gorontalo yang telah membuka wajah kita di mata internasional dari impor ke ekspor,” jelasnya.

Dengan upaya dan dukungan ini, diharapkan sektor pertanian jagung di Indonesia, khususnya di Gorontalo, dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional serta meningkatkan kesejahteraan petani.

Pos terkait