Pengawasan Ketat: Pertamina Sidak SPBE di Berbagai Wilayah

Dikretur Rekayasa dan Infrastuktur Darat PT Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Eduward Adolof Kawi menijau stok gas LPG 3 kilogram
Dikretur Rekayasa dan Infrastuktur Darat PT Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Eduward Adolof Kawi menijau stok gas LPG 3 kilogram

MERCUSUAR.CO, Jakarta – Pertamina berkomitmen untuk terus memberikan layanan terbaik dan menjamin pemenuhan kebutuhan masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperketat pengawasan takaran isi tabung LPG 3 kg.

Pengecekan kuantitas dan kualitas LPG 3 kg dilakukan di beberapa titik Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) dan Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) untuk memastikan bahwa LPG yang dipasarkan ke masyarakat memenuhi standar kuantitas dan kualitas. “Pertamina Patra Niaga akan terus meningkatkan sinergi dengan Kementerian ESDM dan Kementerian Perdagangan, tidak hanya dalam pengawasan, tetapi juga pemutakhiran sistem agar penyaluran LPG 3 kg berjalan dengan baik mulai dari pengisian di SPPBE hingga sampai ke masyarakat,” kata Direktur Pemasaran Regional Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo, dalam keterangan tertulisnya pada Rabu (29/5/2024).

Bacaan Lainnya

Dalam beberapa hari terakhir, Tim Pertamina serentak melakukan inspeksi mendadak (sidak) di SPBE di sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk di SPPBE PT Petro Gasindo Energy di Kabupaten Deli Serdang pada Selasa, 28 Mei 2024. Inspeksi ini fokus pada konsistensi takaran setiap pengisian tabung LPG 3 kg.

Pada hari yang sama, sidak juga dilakukan terhadap penggunaan LPG di sejumlah hotel, restoran, dan kafe (Horeka) di Medan, Sumatera Utara, untuk mengawasi penggunaan LPG bersubsidi agar tepat sasaran. Hasilnya menunjukkan tidak ditemukan penggunaan LPG 3 kg di tempat-tempat tersebut.

Pengecekan juga dilakukan di SPBE dan SPPBE di Sukabumi dan Cianjur, Jawa Barat, seperti di SPBE PT Patra Trading, SPPBE PT Renata Putra Sentosa, dan SPPBE PT Chunur Company. Pengukuran dilakukan terhadap 80 sampel tabung untuk memastikan ukuran dan berat tabung sesuai ketentuan. Hasil pengecekan menunjukkan bahwa seluruh sampel tabung memiliki berat tabung dan isi di atas 8 kg dan sesuai dengan ketentuan.

Pengawasan ini dilakukan secara berkala untuk memastikan bahwa tera metrologi dalam kondisi aktif, serta memastikan pengisian tabung gas di SPBE dan SPPBE tepat dalam takaran LPG yang dipasarkan ke masyarakat. Pertamina juga mengantisipasi adanya residu atau sisa gas dalam tabung LPG yang dapat mempengaruhi jumlah pengisian untuk mencegah kesalahan takaran yang merugikan konsumen.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa masyarakat menerima LPG 3 kg sesuai dengan takaran. LPG adalah kebutuhan mendasar masyarakat, sehingga Pertamina berkomitmen melayani masyarakat dengan baik,” kata Mars Ega.

Mars Ega juga menegaskan bahwa konsumen dapat menghubungi Call Center 135 jika terdapat kekurangan dalam layanan Pertamina. PT Pertamina Patra Niaga sebagai Subholding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) juga buka suara terkait temuan kurangnya pengisian Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kg bersubsidi.

Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli mengungkapkan bahwa praktik pengisian LPG 3 kg yang tidak sesuai ketentuan ditemukan di 11 SPBE di Jakarta, Tangerang, dan Bandung. Rata-rata LPG 3 kg yang ditemukan memiliki berat sekitar 2,3-2,4 kg, yang berarti ada kekurangan pengisian hingga 600-700 gram per tabung. Mendag Zulkifli menyatakan akan melakukan pengecekan di seluruh SPBE di Indonesia.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan menyatakan bahwa pihaknya sebagai penyalur LPG Public Service Obligation (PSO) akan bekerja sama dengan pemerintah untuk mengawasi pengisian LPG 3 kg di seluruh negeri. “Kami mendukung penuh dan akan melaksanakan pengawasan ini dengan maksimal. Kami juga akan mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dengan kementerian terkait untuk memberikan solusi terbaik bagi pelayanan masyarakat,” ujar Riva di SPBE PT Satria Mandala Sakti, Koja, Jakarta Utara, Senin (27/5/2024).

Dalam pernyataan terpisah, Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga Irto Ginting menegaskan bahwa jika ditemukan pengisian LPG 3 kg yang tidak sesuai ketentuan, maka izin usaha pangkalan tersebut akan dicabut. “Jika pengisian LPG 3 kg tidak terpenuhi, kami akan menutup izin usahanya,” tegas Irto.

Pos terkait