Lima Fakta Jampidsus Dikuntit Anggota Densus 88

JAM Pidsus Dikuntit Anggota Densus 88, Kapuspenkum
JAM Pidsus Dikuntit Anggota Densus 88, Kapuspenkum

 

MERCUSUAR.COKasus anggota Densus 88 yang membuntuti Jampidsus menimbulkan banyak tanda tanya. Apa di balik motif aksi pembuntutan terhadap Jaksa Febrie Adriansyah yang saat ini tengah menangani kasus korupsi timah tersebut. Apakah ini motif pribadi atau ada unsur intimidatif di balik perkara ini semua.

Bacaan Lainnya

Berikut lima fakta terkait pembuntutan Jampidsus oleh anggota Densus 88.

1. Profiling Jampidsus

Kejakgung telah mengonfirmasi aksi kuntit menguntit yang dilakukan oleh anggota Densus 88 terhadap Jampidsus Febrie Adriansyah. Di dalam HP anggota itu juga ditemukan profiling Jampidsus.

“Bahwa memang benar, ada fakta penguntitan tersebut. Dan setelah dilakukan pemeriskaan terhadap si penguntit, ternyata dalam HP (seluler) itu ditemukan profiling dari pada Pak Jampidsus (Febrie Adriansyah),” ujar Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejakgung Ketut Sumedana.

2. Penguntit Anggota Polri

Kejagung telah mengonfirmasi bahwa penguntitan dilakukan oleh oknum anggota polisi. Tidak disebut siapa anggota polisi dimaksud. Namun dari informasi yang dihimpun Republika, satu anggota Densus 88 yang ditangkap tersebut adalah Bripda IM. Dia ditangkap di restoran Gontran Cherrier yang berada di kawasan Cipete, Jakarta Selatan Sabtu (16/5/2024) lalu. Bripda IM ditangkap oleh personel Polisi Militer (PM) yang melakukan pengawalan melekat terhadap aktivitas Febrie Adriansyah sebagai pejabat tinggi di Kejakgung.

Diketahui, dalam aksi pengintaian itu, dilakukan oleh enam anggota Densus 88 yang berasal dari Jawa Tengah (Jateng), dan Jawa Barat (Jabar). Namun yang berhasil ditangkap dan diintrogasi hanya Bripda IM.

3. Interogasi

Tim pengamanan Jampidsus sempat melakukan interogasi terhadap anggota Densus tersebut. Pemeriksaan dilakukan di salah satu gedung kompleks Kejagung.

Namun karena pada saat itu juga diketahui identitas dari yang menguntit itu adalah anggota Polri, maka diserahkan kepada Paminal Polri, untuk ditangani lebih lanjut,

4. Permasalahan Antarlembaga

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah akhirnya buka suara terkait peristiwa sepihak oknum-oknum anggota Polri dalam melakukan pengintaian terhadap aktivitas pengusutan korupsi yang sedang ditangani di Kejaksaan Agung (Kejakgung).

Namun begitu Febrie menegaskan, peristiwa yang sempat mengancam aktivitas pribadinya tersebut sudah menjadi permasalahan antarkelembagaan. Sehingga menurut dia, semua penjelasan harus disampaikan secara resmi melalui pemimpin masing-masing lembaga.

“Mengenai istilah kuntit-menguntit, atau inti-mengintip, ini sudah diambil alih oleh Jaksa Agung. Karena ini juga sudah menjadi urusan kelembagaan, sehingga peristiwa ini, harus secara resmi disampaikan secara kelembagaan.”

5. Konflik Didalami

Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Hadi Tjahjanto mengatakan isu simpang-siur berita terkait permasalahan yang terjadi di antara Polri dan Kejaksaan Agung sedang didalami.

Namun Marsekal TNI (Purn) itu memastikan kedua institusi tersebut terus menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing.

“Dengan isu yang tadi disampaikan bahwa saat ini terus dilakukan pendalaman, dilakukan penyelidikan apa yang terjadi yang sebetulnya,” kata Hadi ditemui usai hadiri Rakernis Baintelkam Polri di Jakarta .

Hadi mengatakan saat ini kedua pimpinan institusi penegak hukum tersebut saling menjaga muruwah masing-masing dengan saling menguatkan satu sama lainnya.

“Dan kedua pimpinan yang terus menjaga muruwah masing-masing dan tetap saling menguatkan saling mengisi antara kedua Institusi tersebut karena tugasnya adalah criminal justice system itu tetap harus terjaga,” papar Hadi.

Pos terkait