Garuda Indonesia Perbaiki Layanan Setelah Keterlambatan Penerbangan Jemaah Haji

Pelepasan kloter pertama jemaah haji asal Aceh di Bandara Sultan Iskandar Muda, Rabu (29/5/2024). Mereka diberangkatkan menggunakan maskapai Garuda Indonesia. (Liputan6.com)
Pelepasan kloter pertama jemaah haji asal Aceh di Bandara Sultan Iskandar Muda, Rabu (29/5/2024). Mereka diberangkatkan menggunakan maskapai Garuda Indonesia. (Liputan6.com)

MERCUSUAR.CO, Jakarta – Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia, Prasetio, menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan jadwal penerbangan jemaah haji menuju Tanah Suci. Prasetio menyatakan bahwa kejadian ini menjadi bahan evaluasi yang akan terus dibenahi oleh Garuda Indonesia.

“Saya mewakili manajemen memohon maaf atas sejumlah keterlambatan beberapa waktu ini. Itu menjadi koreksi bagi kami, Garuda terus memperbaiki layanan operasional serta tentunya kita menjaga safety (keselamatan),” ujar Prasetio usai melepas kelompok terbang (Kloter) pertama jemaah haji dari Aceh di Bandara Sultan Iskandar Muda, Rabu (29/5/2024).

Bacaan Lainnya

Prasetio memastikan bahwa persiapan maskapai Garuda Indonesia, khususnya untuk embarkasi Aceh, sudah sangat baik. Sebanyak 393 jemaah beserta petugas kloter pertama sudah lepas landas pada hari tersebut pukul 17.45 WIB menggunakan Pesawat Garuda GA777.

“Total jemaah dari Aceh ini sekitar 4.700-an atau sebanyak 12 kloter. Alhamdulillah kita mendapat kepercayaan dari Kementerian Agama,” tambahnya.

Prasetio menegaskan bahwa kepercayaan pemerintah akan dibuktikan dengan perbaikan kualitas layanan Garuda Indonesia, terutama bagi jemaah haji yang berusia lanjut.

“Jadi agar mereka nyaman dan aman terbang, kita siapkan layanan terbaik untuk mereka. Ini untuk menjaga kepercayaan pemerintah kepada Garuda yang sudah hampir 70 tahun melayani penerbangan haji,” katanya.

Haji ramah lansia menjadi komitmen pemerintah untuk memberikan fasilitas terbaik kepada jemaah haji Indonesia yang berangkat tahun ini. Berdasarkan Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kemenag, total jemaah haji lanjut usia (lansia) yang berangkat tahun ini adalah 44.795 orang. Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyebut bahwa jemaah lansia menguasai total 23 persen dari jumlah jemaah haji Indonesia tahun ini.

Petugas haji telah disiapkan untuk bisa membimbing dan melayani jemaah selama berada di Tanah Suci, khususnya terkait cuaca panas yang mencapai lebih dari 40 derajat.

“Cuaca di Makkah sekarang cukup panas, 42-43 derajat, sehingga mereka harus bisa menjaga diri,” pesan Ma’ruf Amin.

Sebelumnya, Kementerian Agama (Kemenag) kembali mengevaluasi kinerja maskapai penerbangan yang memberangkatkan jemaah haji Indonesia. Selama dua pekan penerbangan jemaah haji, Garuda Indonesia masih sering mengalami keterlambatan.

Sejak pemberangkatan jemaah haji pada 12 Mei 2024 hingga 26 Mei 2024, tercatat sudah ada 287 kelompok terbang (kloter) yang diberangkatkan ke Tanah Suci. Dari jumlah tersebut, Garuda Indonesia telah memberangkatkan 152 kloter, sementara maskapai Saudia Airlines sebanyak 132 kloter.

“Sampai 26 Mei, kami melihat Garuda Indonesia masih sering mengalami keterlambatan. Dari 152 kloter, ada 60 kloter yang terlambat atau sekitar 39,47 persen,” ungkap Juru Bicara Kementerian Agama, Anna Hasbie di Jakarta, Selasa (28/5/2024). “Sementara Saudia Airlines, dari 132 kloter, ada 16 kloter yang mengalami keterlambatan atau sekitar 11,85 persen,” tambahnya.

Keterlambatan paling parah dialami oleh jemaah haji kloter 42 Embarkasi Solo (SOC-42) akibat adanya kerusakan mesin pesawat yang memberangkatkan jemaah SOC-41. Ini merupakan kloter terakhir dari Embarkasi Donohudan yang berangkat pada gelombang pertama, mendarat di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah.

Pos terkait