Fakta atau Mitos? Bolehkah Susu Evaporasi Dikonsumsi Langsung?

Ilustrasi Dok. Google
Ilustrasi Dok. Google

MERCUSUAR.CO, Wonosobo – Susu evaporasi adalah susu sapi yang telah melalui proses pengurangan air sehingga menjadi kental tanpa tambahan pemanis. Proses pembuatan susu evaporasi melibatkan pemanasan cukup lama sehingga sekitar setengah kandungan airnya menguap. Susu ini kemudian disterilkan dan dikemas dalam kaleng, memungkinkan penyimpanan jangka panjang.

Biasanya, susu evaporasi dikemas dalam kaleng bundar, yang memudahkan penggunaannya baik untuk dicampur ke dalam minuman maupun diminum langsung bagi yang menyukainya. Meskipun dapat bertahan lama tanpa perlu pendinginan, banyak orang masih mempertanyakan apakah susu ini aman diminum langsung. Berbeda dengan susu kental manis, susu evaporasi memiliki rasa yang lebih tawar karena tidak mengandung gula tambahan.

Bacaan Lainnya

Menurut Tasting Table, Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) menyatakan bahwa susu evaporasi bisa bertahan setidaknya enam bulan setelah pengemasan. Susu ini aman dikonsumsi selama tidak menunjukkan tanda-tanda basi atau rusak, seperti perubahan tekstur dan aroma.

Namun, ini tidak berarti susu evaporasi bisa diminum langsung kapan saja dari kalengnya tanpa diolah atau dicampur dengan bahan lain. Karena teksturnya yang kental dan lembut, konsistensinya berbeda dari susu biasa dalam kemasan karton.

Untuk dikonsumsi dengan aman, sebaiknya susu evaporasi dicampur dengan air dalam jumlah sekitar setengah dari volume susu. Ini akan menghasilkan susu yang lebih encer, yang bisa dicampur dengan sereal atau smoothie. Meskipun satu kaleng susu evaporasi bisa diubah menjadi segelas susu biasa, jangan ragu untuk menggunakannya sebagai bahan campuran dalam berbagai makanan atau minuman lainnya.

USDA juga memiliki standar untuk pengemasan susu evaporasi yang menggunakan kaleng untuk dijual ke pasaran. Bagian dalam kaleng tidak boleh menunjukkan tanda-tanda terbakar berlebihan akibat proses pemanasan susu. Jika bekas bakaran muncul lebih dari 75 persen di permukaan kaleng, maka itu dianggap berlebihan. Kaleng juga harus bebas dari kebocoran, karat, dan tanda-tanda lain akibat pengolahan dan penyimpanan yang tidak tepat.

Pos terkait