Dilema Study Tour: Manfaat Pendidikan atau Keselamatan?

Ilustrasi Study Touur (Dok.Google)
Ilustrasi Study Touur (Dok.Google)

MERCUSUAR.CO, Wonosobo – Isu terkait pelaksanaan study tour di Wonosobo menjadi perhatian utama masyarakat dan pemerintah daerah. Pentingnya pengkajian lebih dalam mengenai manfaat dan dampaknya diangkat dalam berbagai diskusi publik.

Musofa Kepala Dinas Pendidikan menekankan bahwa perlu kajian mendalam terkait pelaksanaan study tour, mengingat dampak ekonominya terhadap keluarga siswa.

Bacaan Lainnya

Kajian Mendalam Terkait Study Tour tersebut Musofa menyatakan, bahwa dampak negatif dari study sangat kecil untuk pendidikan kecuali jika dilihat dari sisi keselamatan yang memang mengharuskan anak untuk mengikuti study tour. Namun, dampak ekonomi terhadap keluarga siswa perlu diperhatikan.

“Saya rasa perlu dikaji terlebih dahulu study yang bagaimana? Untuk saat ini Wonosobo tidak mengeluarkan kebijakan tentang larangan tersebut,” ujar Musofa.

Ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah belum melarang pelaksanaan study tour, namun memerlukan kajian mendalam untuk menentukan kebijakan yang tepat.

Kesempatan belajar di luar kelas ini pelaksanaan study tour memberikan kesempatan belajar di luar kelas yang berharga bagi siswa. Mereka dapat memperoleh pengalaman langsung di lapangan, yang tidak bisa didapatkan di dalam kelas. Hal ini dianggap penting untuk mengembangkan wawasan dan keterampilan siswa. Dinas Pendidikan Kabupaten Wonosobo menyadari pentingnya aspek ini dan tidak melarang pelaksanaan study tour. Namun, mereka mengarahkan kepala sekolah dan guru untuk tidak mengelola atau mengadakan wisata secara langsung.

Disdikpora Wonosobo menganjurkan agar inisiatif pelaksanaan study tour datang dari orang tua siswa. Hal ini bertujuan untuk mencegah beban ekonomi yang berlebihan bagi keluarga siswa. “Kami mengarahkan kepada kepala sekolah dan guru untuk tidak mengelola atau mengadakan wisata. Biar dari orang tua siswa saja yang meminta. Jangan sampai dinas Wonosobo memberatkan orang tua untuk pendidikan siswa, apalagi terkait isu tersebut,” jelas Musofa.

Musofa menambahkan bahwa pengalaman belajar di luar kelas sangat penting bagi perkembangan siswa. “Anak harus memiliki pengalaman di luar kelas,” katanya.

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada kekhawatiran terkait dampak ekonomi, pengalaman langsung di lapangan tetap dianggap penting untuk pendidikan siswa.

Isu study tour di Wonosobo memerlukan pengkajian mendalam untuk memastikan manfaatnya bagi siswa tanpa memberikan beban ekonomi yang berlebihan bagi keluarga. Dinas Pendidikan Kabupaten Wonosobo tidak melarang pelaksanaan study tour, namun mengarahkan agar inisiatif datang dari orang tua siswa.

Pengalaman belajar di luar kelas dianggap penting untuk perkembangan siswa, namun perlu kebijakan yang bijak untuk mengelolanya.

Pos terkait