Pertamina Pantau Pasar Perubahan Harga BBM dalam Tanda Tanya?

Foto SPBU Pertamina (Dok.Google)
Foto SPBU Pertamina (Dok.Google)

MERCUSUAR.CO, Jakarta – Pemerintah sedang mengevaluasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi seperti Pertamax dan jenis lainnya. Evaluasi ini dilakukan setelah pemerintah menahan harga keekonomian BBM non subsidi hingga Juni 2024. Evaluasi tersebut disampaikan oleh Presiden Joko Widodo dan PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga.

“Semua dilihat dari fiskal negara. Mampu atau tidak, kuat atau tidak harga minyaknya. Semuanya akan dikalkulasi dan dipertimbangkan matang-matang,” kata Presiden Jokowi di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (29/5/2024).

Jokowi menekankan bahwa harga BBM menyangkut hajat hidup orang banyak dan pergerakannya akan mempengaruhi berbagai harga di dalam negeri. Sejauh ini, pemerintah masih menahan harga energi seperti BBM hingga Juni meski harga minyak mentah dunia meningkat akibat tensi konflik di Timur Tengah.

“Sejauh ini belum ada perubahan dalam evaluasi subsidi energi hingga Juni,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani saat ditanya wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (28/5/2024).

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan, menyatakan bahwa pihaknya belum bisa memastikan perubahan harga BBM pada Juni 2024. Saat ini, Pertamina masih memantau harga pasar.

“Kami masih memantau harga pasar karena ini belum final,” ujar Riva di SPBE wilayah Koja, Jakarta Utara, Rabu (29/5/2024).

Riva menegaskan bahwa Pertamina akan terus mendukung program pemerintah dalam menentukan harga BBM yang dijual, memberikan harga energi sesuai dengan kemampuan masyarakat. “Kami tidak akan melakukan hal-hal di luar ketetapan pemerintah,” tegasnya.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, sebelumnya menyatakan bahwa harga BBM subsidi dan non subsidi akan ditahan hingga Juni 2024. “Kira-kira ditahan sampai Juni. Kita lihat karena harga minyak mentah masih US$ 83 per barel,” jelas Arifin di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (8/3/2024).

Arifin menambahkan bahwa tidak naiknya harga BBM non subsidi ini sudah diperhitungkan sehingga tidak akan merugikan PT Pertamina (Persero).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, juga menyampaikan bahwa dalam sidang kabinet paripurna diputuskan tidak ada kenaikan harga listrik dan BBM hingga Juni, baik untuk BBM subsidi maupun non subsidi.

Pos terkait