Heboh Tapera Potong Gaji Karyawan 3%, Netizen Ramai Komen Begini…..

Foto: Infografis/Kok Gaji Saya Kurang, Ini Hitungannya/Edward Ricardo
Foto: Infografis/Kok Gaji Saya Kurang, Ini Hitungannya/Edward Ricardo

MERCUSUAR.CO ,Jakarta– Karyawan di Indonesia harus siap-siap gajinya terpotong 3% untuk dimasukkan ke tabungan perumahan rakyat (tapera). Setiap pemberi kerja wajib mendaftarkan karyawannya ke tapera selambat-lambatnya pada 2027 mendatang. Ketentuan soal tapera ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2024 tentang perubahan atas PP Nomor 25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) pada 20 Mei 2024.

Secara keseluruhan, dalam Pasal 5 PP Tapera ini ditegaskan setiap pekerja dengan usia paling rendah 20 tahun atau sudah kawin yang memiliki penghasilan paling sedikit sebesar upah minimum, wajib menjadi peserta Tapera.

Bacaan Lainnya

Bahkan, Pasal 7 nya merinci jenis pekerja yang wajib menjadi peserta Tapera, tidak hanya PNS atau ASN dan TNI-Polri, serta BUMN, melainkan termasuk pekerja swasta dan pekerja lainnya yang menerima gaji atau upah.

Ilustrasi peserta Tapera
Pasal 5 PP Tapera ini ditegaskan setiap pekerja dengan usia paling rendah 20th

Salah satu yang disorot adalah ketentuan potongan 3% untuk pekerja mandiri alias freelance. Netizen mempertanyakan apakah pekerja sopir ojek online, taksi, warung madura juga masuk sebagai pekerja mandiri dan mau tak mau harus kena potongan tersebut.

Sebab, potongan 3% dinilai berarti bagi pekerja dengan gaji berupah minimum. Netizen menilai upah minimum untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja sudah susah, apalagi jika ada tambahan potongan.

Ada pula yang membuat hitung-hitungan gaji Rp 6 juta. Lalu dipotong 3% untuk tapera sebesar Rp 180.000. Nilainya dalam 10 tahun sebesar Rp 21,6 juta.

Jika memperhitungkan inflasi, duit sebesar itu dikatakan tak cukup untuk DP rumah. Netizen menilai potongan 3% bagi penerima upah minimum tak masuk hitungan jika diproyeksikan untuk memiliki rumah di masa depan.

Pos terkait