Rekor Suhu Panas Di Bumi Tembus Angka Tertinggi Dalam Sejarah, Negara-Negara Asia Tenggara Terdampak 

Suhu panas di Manila Filipina
Suhu panas di Manila Filipina

MERCUSUAR.CO – Suhu terpanas dunia mencatat rekor baru pada bulan April, menambah catatan rekor yang telah tercipta setidaknya selama 11 bulan berturut-turut, sejak Juni 2023. Data ini diungkap dalam laporan bulanan Copernicus Climate Change Service (C3S), yang mengonfirmasi suhu rata-rata dunia selama 12 bulan ini kini berada di 1,61 derajat Celsius di atas rata-rata pra-industri tahun 1850-1900.

Ilmuwan iklim menyampaikan kekhawatiran serius terhadap dampak perubahan iklim ini.

“Saya rasa banyak ilmuwan yang menanyakan pertanyaan apakah mungkin terjadi perubahan dalam sistem iklim,” kata Julien Nicolas, Ilmuwan Iklim Senior C3S.

Beberapa kondisi ekstrem lainnya juga dilaporkan, termasuk suhu permukaan laut yang mencetak rekor baru selama berbulan-bulan. Faktor seperti fenomena alam El Nino, yang meningkatkan suhu permukaan air di bagian timur Samudera Pasifik, turut berkontribusi pada lonjakan suhu.

ilustrasi-suhu-panas
ilustrasi-suhu-panas

Negara-negara di Asia Selatan dan Tenggara menjadi saksi dari cuaca ekstrem ini. Di India dan Bangladesh, suhu mencapai angka 44 derajat Celsius, sementara di Myanmar, suhu tertinggi mencapai 48,2 derajat C. Filipina dan Thailand juga tidak luput dari gelombang panas ini, dengan suhu mencapai 47 derajat C dan 44,2 derajat C, berturut-turut.

Dampaknya terasa di seluruh wilayah, dengan sekolah yang ditutup dan aktivitas manusia terganggu. Hingga saat ini, 30 orang telah meninggal akibat suhu panas di Thailand. Di Kamboja, suhu tertinggi dalam 170 tahun terakhir mencapai 43-44 derajat C, mendorong pemerintah untuk menutup sekolah demi keselamatan masyarakat.

Tingginya suhu ini juga menjadi pertanda serius bahwa upaya menjaga suhu bumi di bawah 1,5 derajat C telah gagal. Ilmuwan Hayley Fowler dari Universitas Newcastle menyatakan perlunya tindakan serius untuk membatasi kenaikan suhu di bawah 2 derajat C dan mengurangi emisi gas rumah kaca secepat mungkin.

Pos terkait