Kementan Dorong Petani Tebus Pupuk Subsidi: Kuota Alokasi Berlimpah, Produktivitas Pertanian Diharapkan Meningkat

Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong petani yang berhak mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi segera menebus kuota yang dimiliki
Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong petani yang berhak mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi segera menebus kuota yang dimiliki

MERCUSUAR.CO, Jakarta – Dalam upaya meningkatkan produktivitas pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan) mengimbau petani untuk segera menebus alokasi pupuk bersubsidi yang telah disediakan. Hal ini dilakukan agar keseluruhan kuota pupuk dapat terserap dengan maksimal dan proses tanam tidak terhambat.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyatakan bahwa peningkatan alokasi pupuk subsidi menjadi 9,5 juta ton, naik 100 persen dari sebelumnya, telah disetujui oleh Presiden. Distribusi pupuk subsidi sudah dimulai dan proses penebusannya semakin mudah, dapat dilakukan melalui kartu tani atau menggunakan KTP.

Bacaan Lainnya

Data terbaru per 30 April 2024 menunjukkan bahwa realisasi pupuk saat ini baru mencapai 18.12 persen dari total alokasi. Dengan masih tersedianya lebih dari 50 persen kuota, petani diharapkan segera menebus pupuk yang tersedia agar tidak terjadi kelangkaan pupuk.

Permen Pertanian No 01 Tahun 2024 menjadi landasan perbaikan tata kelola pupuk subsidi dengan tujuan meningkatkan hasil produksi pertanian dan mengurangi impor hasil pertanian yang dapat dipicu oleh dampak El Nino. Syarat untuk menebus pupuk subsidi termasuk tergabung dalam Poktan dan terdaftar dalam e-RDKK yang bersumber dari SIMLUHTAN.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Ali Jamil, menambahkan bahwa sosialisasi Permen Pertanian No 01 Tahun 2024 sedang gencar dilakukan. Penambahan jenis pupuk bersubsidi organik juga telah ditetapkan dalam peraturan tersebut.

Serapan tertinggi saat ini tercatat di Provinsi Riau dengan persentase 29.47. Kementan mengimbau provinsi-provinsi lain untuk meningkatkan serapan alokasi pupuk bersubsidi.

Dengan adanya alokasi pupuk yang cukup dan beragam jenisnya, diharapkan dapat mendukung percepatan tanam dan produksi pertanian di Indonesia. Pemerintah daerah juga diminta untuk aktif dalam menyosialisasikan informasi ini kepada petani.

Pos terkait