Kementan Luncurkan Permentan No 01 Tahun 2024: Pupuk Subsidi Sasaran Lebih Tepat!

Pupuk subsidi
Pupuk subsidi

MERCUSUAR.COKementerian Pertanian (Kementan) mengambil langkah konkret dalam memastikan penyaluran pupuk bersubsidi yang tepat sasaran dengan menerbitkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No 01 Tahun 2024. Ini merupakan revisi dari Permentan No 10 Tahun 2022 tentang Tata Cara Penetapan Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian.

(Kementan) mengambil langkah konkret dalam memastikan penyaluran pupuk bersubsidi yang tepat sasaran dengan menerbitkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No 01 Tahun 2024.
(Kementan) mengambil langkah konkret dalam memastikan penyaluran pupuk bersubsidi yang tepat sasaran dengan menerbitkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No 01 Tahun 2024.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menekankan pentingnya sosialisasi Permentan ini untuk memastikan pemahaman yang baik di kalangan petani dan pihak terkait. Langkah ini diambil untuk menanggulangi berbagai kendala dalam penyaluran pupuk bersubsidi, termasuk keterbatasan anggaran dan kenaikan harga pokok penjualan (HPP) yang mengakibatkan berkurangnya volume pupuk subsidi.

Bacaan Lainnya

Salah satu poin penting dari revisi ini adalah penambahan jenis pupuk bersubsidi, khususnya pupuk organik, guna memperluas pilihan petani. Selain itu, penyaluran pupuk subsidi akan didasarkan pada data elektronik Registrasi Data Kehutanan dan Kebun (e-RDKK), dengan alokasi yang ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Bupati/Walikota per kecamatan.

Dalam penjelasannya, Menteri Amran juga mengungkapkan upaya Kementan untuk meningkatkan alokasi pupuk subsidi dari 4,73 juta ton menjadi 9,55 juta ton, sebagai tanggapan atas kebutuhan yang semakin meningkat. Dia juga memastikan bahwa petani yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) dan terdaftar dalam e-RDKK serta SIMLUHTAN akan mendapatkan pupuk subsidi.

Di samping itu, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Ali Jamil menekankan pentingnya memberikan kemudahan kepada petani dalam menebus pupuk bersubsidi. Langkah ini termasuk mengakomodasi kondisi petani yang mengalami kendala, seperti usia lanjut atau jarak yang jauh dari kios, dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Diharapkan, dengan langkah-langkah ini, distribusi pupuk subsidi akan menjadi lebih efektif dan dapat memenuhi kebutuhan petani secara lebih tepat sasaran, sehingga produksi pertanian nasional dapat terjaga dan ditingkatkan.

Pos terkait