4 Cara Memilih Oli Sepeda Motor yang Tepat, Kenali dan Jangan Asal Pilih!

sepeda motor
Oli, atau pelumas, memiliki peran yang sangat penting bagi sepeda motor. Fungsinya adalah membantu mesin berkinerja maksimal dan mencegah gesekan langsung. Penting untuk memilih oli yang sesuai dengan tipe mesin kendaraan Anda, karena oli dapat dianggap sebagai asupan utama bagi mesin.

MERCUSUAR.CO, Wonosobo – Oli, atau pelumas, memiliki peran yang sangat penting bagi sepeda motor. Fungsinya adalah membantu mesin berkinerja maksimal dan mencegah gesekan langsung. Penting untuk memilih oli yang sesuai dengan tipe mesin kendaraan Anda, karena oli dapat dianggap sebagai asupan utama bagi mesin. Jika oli mesin kurang, pelumasan mesin menjadi tidak optimal, dan komponen penting seperti silinder, blok, dan ring piston dapat mengalami aus dan baret lebih cepat. Berikut adalah cara memilih oli yang tepat:

1.Membaca Manual Book Kendaraan

Daftar isi

Cara paling mudah adalah dengan membaca manual book kendaraan. Manual book memberikan spesifikasi mesin dan jenis oli yang sesuai dengan kendaraan Anda. “Paling simpel memilih oli yang pas adalah membaca manual book mobil Anda. Hal penting lainnya adalah kecocokan dengan mesin serta kualitas, bukan hanya merek,” kata Christiana Yuwantie, Head Departemen Spare Part PT Suzuki Indomobil Motor (SIM).

Bacaan Lainnya

2.Cek Kekentalan Oli

Setiap oli mesin memiliki fungsi yang sama, tetapi keefektifannya tergantung pada kesesuaian kandungan dengan karakter mesin kendaraan. Kekentalan oli, ditunjukkan dengan nomor Society of Automotive Engineer (SAE), memainkan peran penting. “Biasanya perbedaan oli dapat dilihat dari kekentalan cairan. Tingkat kekentalan alias viscosity-grade ini ditunjukkan dengan nomor Society of Automotive Engineer (SAE). Semakin encer oli akan semakin baik untuk mesin mobil,” katanya.

Perhatikan kemasan oli yang memiliki kode SAE seperti 10W-30, 20W-40, 20W-50, dan sebagainya. Kode ini merujuk pada Standar Society of Automotive Engineers (SAE), yang mengindikasikan kekentalan oli. Selain itu, perhatikan juga kode API (American Petroleum Institute) di kemasan, seperti API SL, API SN, API SP, yang menunjukkan kualitas oli.

oli

3.Bahan Pembuatan Oli

Oli kendaraan terbagi menjadi dua jenis bahan, yaitu sintetis dan mineral. Oli sintetis dibuat dari bahan kimia dengan sifat aditif, sedangkan oli mineral terbentuk dari ekstraksi minyak bumi. Pilihan antara keduanya tergantung pada usia motor. Motor lansiran baru lebih cocok menggunakan oli sintetis, sementara oli mineral, yang lebih alami, cocok untuk motor berusia lebih tua.

Angka setelah huruf SAE pada kemasan oli menggambarkan tingkat kekentalan pada suhu dingin, sedangkan angka setelah huruf W menunjukkan tingkat kekentalan pada suhu kerja atau mesin panas. Semakin besar angkanya, semakin kental oli pada kondisi tersebut.

4. Perhatikan Oli Palsu

Saat ini, banyak beredar di pasaran tentang oli palsu. Penjual oli biasanya akan mematok harga murah dibanding harga standar. “Sebenarnya mudah untuk mengenali ciri-ciri oli palsu, bisa dilihat dari harga, warna pelumas yang lebih pekat, dari bau agak tengik serta kasar, seperti ada kandungan logam,” kata Christiana.

 

Ia mengatakan untuk Suzuki mereka memiliki pelumas OEM yaitu Suzuki Genuine Oil dan Chemical (SGO). Namun, seperti juga pada mobil, SGO akan segera digantikan brand Ecstar. Hal ini untuk lebih meningkatkan jaminan mesin motor terjaga durabilitasnya. Kabarkan akan ada dua tipe yaitu 10W-40 dan 20W-50.

 

Oli Ecstar diklaim merupakan hasil pengembangan dengan lisensi lebih khusus dan memiliki spesifikasi lebih tinggi dari deretan SGO sebelumnya. Yakni standar kualitas oli tertinggi yang diakui API atau American Petroleum Standard. Nantinya akan ada beberapa spesifikasinya SAE sehingga konsumen punya pilihan.

Pos terkait