Mitos Gunung Kemukus, Ritual Pesta Seks Demi Kaya Raya

Gunung Kemukus
Gunung Kemukus.

MERCUSUAR.CO, Sragen – Gunung Kemukus terkenal karena mitosnya yang melegenda, yaitu ritual pesta seks yang diyakini telah berlangsung sejak lama dan masih sering dilakukan hingga kini. Ternyata, asal-usul ritual ini dapat ditelusuri hingga tragedi yang melibatkan kematian seorang pangeran dari Majapahit. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang mitos di Gunung yang terletak di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, berikut penjelasannya!

Terjadinya Peristiwa Berdarah

Kemukus 1

Bacaan Lainnya

Walaupun Gunung Kemukus memiliki keindahan yang memukau, namun di balik pesonanya tersimpan legenda tragis. Gunung ini menjadi tempat peristirahatan Pangeran Samudra dan Dewi Roro yang dikabarkan tewas dibunuh oleh pasukan Majapahit.

Menurut cerita yang beredar, Pangeran Samudra, anak dari Raja Majapahit, jatuh cinta pada ibu tirinya yang baru saja dibawa ke kerajaan, yaitu Dewi Roro. Keduanya saling mencintai, dan akhirnya memutuskan melarikan diri dari Majapahit untuk bersatu.

Namun, nasib berkata lain. Mereka tertangkap saat hendak berhubungan intim, dan akhirnya dihukum mati, kemudian dikuburkan di Gunung Kemukus, tempat persembunyian mereka saat tertangkap.

Ritual Pesta Seks

kemukus 2

Dari legenda tersebut, muncul ritual pesta seks di Gunung Kemukus. Menurut rumor yang beredar, peziarah yang melakukan ritual seks di sekitar Gunung Kemukus dapat diharapkan mendapatkan kekayaan.

Menurut jurnal “Rekonstruksi Kisah Pangeran Samudro: di Tengah Mitos Ritual Seks Gunung Kemukus, Sumber Lawang, Sragen”, sebelum meninggal, Pangeran Samudra mengatakan bahwa siapa pun yang dapat melanjutkan hubungan intim selama tujuh kali atau 35 hari setiap malam Jumat Pon atau Jumat Kliwon, maka segala hajatnya akan dikabulkan. Pernyataan ini berasal dari kejadian saat Pangeran Samudra dan Dewi Roro dibunuh ketika hendak berhubungan intim.

Sebagai tambahan, ada juga yang menyatakan bahwa ritual seks harus dilakukan dengan orang asing, tidak dengan suami, istri, atau kekasih masing-masing.

Pergeseran Cerita Pangeran Samudra

kemukus 3

Berdasarkan jurnal “Rekonstruksi Kisah Pangeran Samudro: di Tengah Mitos Ritual Seks Gunung Kemukus, Sumber Lawang, Sragen,” mitos ritual seks di Gunung Kemukus telah meningkatkan bisnis prostitusi di wilayah tersebut. Oleh karena itu, pemerintah Kabupaten Sragen berusaha untuk memberikan klarifikasi terhadap mitos Pangeran Samudra dan Dewi Roro.

Dalam jurnal yang ditulis oleh Desti Widiani, dijelaskan bahwa Pangeran Samudra tidak pernah terlibat dalam perselingkuhan dengan Dewi Roro atau Raden Ayu Ontrowulan. Sebaliknya, Pangeran Samudra, yang berasal dari Majapahit, adalah seorang mualaf yang diangkat menjadi murid Sunan Kalijaga.

Diceritakan dalam jurnal tersebut, Pangeran Samudra meninggal karena sakit dan kemudian dimakamkan di Gunung Kemukus. Saat Raden Ayu Ontrowulan mendengar kematian anaknya, ia langsung menuju makam Pangeran Samudra. Ketika sampai di sana, Raden Ayu Ontrowulan sangat terpukul dan memeluk pusara anaknya. Beberapa saat kemudian, Raden Ayu Ontrowulan tertidur dan bertemu dengan putranya secara gaib.

Pangeran Samudra mengungkapkan kesedihannya karena ditinggalkan oleh ibunya. Kemudian, ia memerintahkan ibunya untuk mandi di sendang yang sekarang dikenal sebagai Sendang Ontrowulan. Berkat cinta yang besar terhadap anaknya, Raden Ayu Ontrowulan akhirnya berhasil mencapai moksa atau kebebasan, karena jasad ibu tiri Pangeran Samudra tidak pernah ditemukan hingga saat ini.

Demikianlah mitos Gunung Kemukus yang telah dikenal luas di masyarakat Indonesia. Apakah Anda masih tertarik untuk mengunjungi Gunung Kemukus? (*)

Pos terkait