Kepala Desa di Lebak dan Suaminya Tersangka Kasus Pemerasan Perusahaan Tambak Udang

Kepala Desa Pagelaran di Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten, ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebak dalam kasus pemerasan, Rabu (15/11/2023).(Dok. Kejari Lebak)
Kepala Desa Pagelaran di Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten, ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebak dalam kasus pemerasan, Rabu (15/11/2023).(Dok. Kejari Lebak)

MERCUSUAR.CO, Banten – H, Kepala Desa Pagelaran di Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten, bersama suaminya YH, seorang pegawai negeri sipil, telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebak dalam kasus pemerasan.

Menurut Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Lebak, Ahmad Fahri, keduanya diduga melakukan pemerasan terhadap perusahaan yang berencana membuka tambak udang di Desa Pagelaran. Tindakan pemerasan dilakukan saat proses pengurusan perizinan, di mana pelaku mengancam untuk tidak mengeluarkan surat izin kegiatan perusahaan jika tidak membayar sejumlah uang tertentu.

Bacaan Lainnya

“Pemerasan terjadi dalam kurun waktu 2021 sampai 2023,” kata Fahri di Kejari Lebak, Rabu (15/11/2023) malam.

Dalam kurun waktu sekitar tiga tahun, kedua pelaku berhasil menerima total uang sebesar Rp 345 juta dari perusahaan tersebut. Ahmad Fahri menyatakan bahwa penetapan status tersangka terhadap H dan YH dilakukan setelah pihak kejaksaan melakukan serangkaian penyelidikan, termasuk pemeriksaan lebih dari 40 saksi.

“Proses penyelidikan akhirnya terdapat dua alat bukti untuk menetapkan kedua tersangka,” ujar dia.

Keduanya dijerat Pasal 12 e, Pasal 12 B, serta Pasal 11 Undang-undang RI Nomor 20 tahun 2021 tentang Pemberantasan Tipikor dengan ancaman pidana maksimal 20 tahun penjara.

Kedua tersangka ditahan di Lapas Kelas 3 Rangkasbitung selama 20 hari untuk kepentingan penuntutan. (*)

 

Pos terkait