Harga Tembakau Garangan Naik, Minat Pelinting Terus Bertambah.

tembakau
Salah seorang pertani tembakau sedang mengolah daun tembakau yang nantinya akan dibakar menggunakan api di atas tungku. dok. mercusuar.co

MERCUSUAR.CO, Wonosobo — Generasi muda kini lebih memilih rokok tembakau lintingan sebagai bentuk ekspresi diri dan simbol kemandirian. Karena dianggap sebagai simbol kebebasan, konformitas, atau seni, dan populer di kalangan anak muda.

Di balik popularitas rokok lintingan, jenis tembakau yang digunakan memainkan peran penting. Wonosobo, daerah penghasil tembakau di Jawa Tengah, terkenal dengan komoditas perkebunan tembakau, khususnya tembakau garangan. Tembakau garangan berasal dari Kecamatan Kejajar dan Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo.

Bacaan Lainnya

Nama tembakau garangan didapatkan dari proses pengolahannya, yaitu dengan cara digarang atau dipanggang. Setelah dijemur di bawah sinar matahari, tembakau dipanggang di atas tungku api besar. Setelah dipanggang, tembakau dicetak dalam kotak kayu dan dipadatkan, memberikan bentuk yang mirip dengan brownies.

Salah seorang petani tembakau garangan di Setieng, Ishak (42) mengungkapkan harga tembakau Garangan tahun ini naik dua kali lipat menjadi Rp500 ribu per Rigen (lima lembar tembakau) dibanding tahun lalu yang hanya laku Rp250 ribu per Rigen.

“Harga tembakau garangan tahun ini dipastikan naik karena kualitas tembakau yang baik karena cuaca yang sangat mendukung,” ungkapnya.

Semakin tinggi kualitas dan panen yang berlangsung lebih lama, semakin tinggi pula harga tembakau garangan. Meskipun harganya tinggi di pasar, minat terhadap tembakau garangan terus meningkat, tanpa terpengaruh oleh tingginya harga. Bahkan, minat ini terus bertambah dari waktu ke waktu.

Menurut informasi dari laman prokompim.wonosobokab.go.id pada Kamis (31/8/2023), tembakau garangan, yang juga dikenal sebagai mbako garangan, merupakan bagian dari warisan budaya Desa Tieng yang harus dijaga. Proses penanaman dan pengolahannya memakan waktu dan memerlukan perhatian terhadap musim untuk menghasilkan kualitas terbaik, sehingga menjadikan tembakau garangan ini memiliki harga yang tinggi. (prb)

 

Pos terkait