Harga Telur Turun Peternak Di Boyolali Was Was

IMG 20220920 WA0019

MERCUSUAR.CO, Boyolali – Harga telur yang mengalami penurunan pada akhir – akhir ini membuat peternak ayam di Boyolali merasa cemas. Kebijakan pemerintah yang menaikkan arga BBM membuat para peternak bertambah cemas.

Kecemasan peternak akibat harga telur yang mengalami penurunan dan kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM dikhawatirkan akan berimbas pada harga pakan dan juga obat – obatan.

Seperti yang dikatakan salah seorang peternak di Desa Madu, Mojosongo Boyolali, Suripto. Suripto menyebut penurunan harga telur yang pada awalnya berkisar antara Rp 27.500 hingga Rp 28.000 perkilo kini menjadi Rp 22.700 perkilo. Dengan harga BBM yang mengalami kenaikan npasti akan berdampak pada harga pakan dan obat – obatan.

“ Kenaikan harga BBM pasti akan berimbas pada harga pakan dan juga obat – obatan, sementara harga telur terus mengalami penurunan ini membuat kami was – was,” kata Suripto, Selasa (20/9/2022).

Menurut Suripto seharusnya pemerintah membuat patokan harga, agar harga telur ayam stabil dan peternak juga tidak merugi. Karena biaya produksi juga besar. Suripto setiap hari harus mengeluarkan biaya sekitar 5 juta lebih untuk biaya produksi, dari pakan, obat-obatan dan tenaga.

“ Kami saat ini memiliki 5000 ekor ayam dan bisa menghasilkan 225 kilogram telur setiap harinya,” ucapnya.

Suripto menambahkan bahwa kenaikan harga telur kemarin di picu dengan permintaan pasaran yang banyak dampak pencairan Program Keluarga Harapan (PKH).

“Kenaikan harga yang dalam beberapa minggu ini disebabkan karena tingginya permintaan akibat adanya PKH,” ucapnya. (asp)

Related posts