Komisioner Komnas HAM Beberkan Rekaman CCTV di Sekitar Rumah Ferdy Sambo

komisioner komnas ham bidang penyelidikan mohammad choirul a zaht

Mercusuar.co, Jakarta – Baku tembak sesama anggota polisi terjadi di rumah salah satu pejabat Polri di Perumahan Dinas Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (8/7) lalu.

Brigadir J tewas dalam insiden yang disebut kepolisian sebagai peristiwa baku tembak dengan Bharada E.

Read More

Polisi mengeklaim kejadian baku tembak terjadi di rumah dinas Kadiv Propam nonaktif Irjen Ferdy Sambo, di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Update dari kasus itu, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengungkap hasil pemeriksaan isi CCTV yang merekam beberapa saat sebelum kematian Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengatakan pihaknya mendapatkan 20 video dari kamera pengawas saat perjalanan dari Magelang, Jawa Tengah ke Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan.

Dalam rekaman terlihat kebersamaan antara Irjen Ferdy Sambo bersama istri, Brigadir J, dan Bharada E ada dalam rombongan yang sama.

“Yang paling penting dari video ini, di area Duren Tiga memperlihatkan ada Irjen Sambo, rombongan dari Magelang. Irjen sambo masuk (rumah dinas) duluan, setelah sekian waktu ada rombongan (menyusul). Di situ terlihat Bu Putri, ada almarhum Brigadir J,” kata Anam di kantor Komnas HAM, Rabu (27/7).

Anam memastikan dalam video tersebut terlihat Brigadir J masih hidup dan bergabung dengan rombongan.

“Sampai di Duren Tiga dia masih hidup. Dan rombongan yang lain dan semuanya sehat,” ujar dia.

Anam menambahkan Bharada Richard Eliezer atau E juga ada dalam mobil bersama Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Brigadir J, dan ajudan lainnya.

“Salah satu penumpang yang terekam ada ibu (Putri), ada Josua (Brigadir J, red), Bharada E, dan penumpang lain. Penumpang-penumpang lainnya anggota keluarga dan ADC,” beber Anam.(dj)

Related posts