Bantu Masyarkat Perbaiki Rumah, PUPR Bantu Masyarakat Melalui BSPS Kepada 100 Warga

FB IMG 1658452791866

Mercusuar.co, Purbalingga – Pemerintah melalui  Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memberikan Bantuan Stimulan Rumah Swadaya (BSPS) kepada 100 warga di 17 Desa dari 7 Kecamatan di Kabupaten Purbalingga. BSPS diberikan kepada warga dengan kategori masyarakat berpenghasilan rendah tersebut dilakukan di Pendopo Dipokusumo, Kamis (21/7/2022).

Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Dinrumkim) Kabupaten Purbalingga, Imam Hadi mengatakan BSPS Tahap VI untuk 100 rumah tersebut masing-masing menerima Rp 20 juta. “Sehingga total yang diserahkan hari ini adalah Rp 2 miliar,” katanya.

Imam berharap  program BSPS kedepan terus dilanjutkan dan jumlah masyarakat penerima bantuan ini bisa ditingkatkan. Mengingat, sesuai dengan data Pemutakhiran Basis Data Terpadu (PBDT) di Kabupaten Purbalingga masih ada sekitar 65 ribu rumah tidak layak huni.

“Kita sudah bangun sekitar 20 ribu rumah, baik dari APBD, Bankeu Pemdes, BSPS, DAK, CSR, termasuk dari desa. Jadi masih banyak yang kita butuhkan,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut Imam mengucapkan terimakasih kepada Ditjen Perumahan Kementerian PUPR RI, dan juga termasuk kepada Ketua DPR RI Puan Maharani selaku aspirator BSPS untuk Kabupaten Purbalingga.

Sementara itu Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi  menegaskan  bantuan BSPS ini sangat bermanfaat, terutama di tengah keterbatasan anggaran Pemerintah Daerah akibat Pandemi Covid-19. Dan tidak semua kabupaten/kota juga bisa mendapatkan BSPS ini.

“Mudah-mudahan bantuan dari pemerintah pusat yang dibantu oleh Ibu Puan Maharani sejumlah 20 juta rupiah per penerima ini betul-betul bisa dimanfaatkan dengan baik. Dan bantuan ini langsung masuk ke rekening panjenengan selaku penerima,” katanya.

Bupati menjelaskan, uang yang masuk rekening tersebut kemudian akan dibelanjakan untuk membeli berbagai material bangunan yang dibutuhkan dengan pendampingan teknis oleh fasilitator. Ia juga mengingatkan BSPS adalah stimulan atau pancingan agar ada gerakan masyarakat untuk turut membantu.

“Saya yakin bangun rumah 10 juta 20 juta tidak akan cukup. Akan tetapi esensi dari kegiatan ini kita menggerakan kegotong-royongan masyarakat,” katanya.

Bupati berharap bantuan ini bisa dimanfaatkan dalam rangka membangun rumah yang lebih representatif, rumah yang lebih sehat. Karena dengan rumah yang sehat akan tercipta generasi yang sehat dan tidak stunting.(Angga)

Related posts