Ganjar Resmikan Sentral Batik Indonesia di Rest Area Heritage KM 260B, Brebes

IMG 20220715 WA0064 1024x682 1

Mercusuar.co, Brebes – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meresmikan Sentral Batik Indonesia dan menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman Menteri Koperasi dan UKM, Menteri BUMN, Menteri PUPR, dan Menteri Perhubungan, di Rest Area Heritage KM 260B, Banjaratma, Brebes, Jumat (15/7).

Menteri Koperasi dan UMKM RI, Teten Masduki, mengatakan Rest Area Heritage KM 260B Banjaratma Brebes merupakan salah satu tempat istirahat yang paling keren. Selain bangunannya yang menarik, di dalamnya terdapat 158 UMKM yang memamerkan dan menjual produknya di sana.

Read More

“Ini rest area paling keren. Ada 158 UMKM yang menjual produknya di sini. Hampir 100 persen rest area ini isinya UMKM,” katanya.

Teten menjelaskan upaya pemerintah dalam mendukung UMKM salah satunya adalah pembenahan ekosistem, termasuk memberikan ruang usaha bagi UMKM. Minimal setiap infratruktur publik memiliki 30 persen ruang bagi UMKM.

“Sekarang ini bagi pengelola mal atau rest area tidak usah ragu, meskipun 100 persen UMKM seperti di Sarinah maupun M Blok bisa menarik pengunjung yang cukup besar, dan bisa mengalahkan produk-produk branded. UMKM itu justru sekarang menjadi penarik pengunjung yang luar biasa. Sarinah itu bisa 41 ribu (orang pengunjung) per hari sementara mal hanya 11 ribu (orang pengunjung) per hari. Produk UMKM sangat menjual, sangat dicari,” tandasnya.

.IMG 20220715 WA0066 1024x682 1

Sekitar 90 persen lebih ruang di Rest Area Heritage KM 260B, Banjaratma, Kabupaten Brebes, telah diisi oleh gerai produk UMKM. Setidaknya ada sekitar 158 UMKM yang memamerkan dan menjual produknya di rest area tersebut.

Pada kesempatan itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan persentase tersebut cukup bagus, karena produk UMKM benar-benar mendapatkan tempat untuk promosi dan berjualan. Meski demikian ia melihat masih banyak yang harus ditingkatkan oleh pengelola dan pelaku UMKM, agar semakin menarik para pengunjung untuk membeli produk.

“Menurut saya itu bagus. Khusus di Rest Area ini sudah 90 persen lebih diberikan ruang. Tentu saja kita mesti mendampingi, mengurasi, hingga tampilan-tampilan yang ada di situ jauh lebih baik. Ya kualitasnya, cara menampilkan, dan harganya. Betul-betul perlu didampingi,” kata Ganjar.

Selama berkeliling di lokasi, Ganjar masih melihat banyak ruang yang bisa ditingkatkan. Misalnya area Sentral Batik Indonesia yang menempati ruang khusus di bagian atas. Secara garis besar Ganjar menilai sudah bagus, tetapi kualitas produk harus benar-benar disesuaikan dengan target atau market pembeli. Begitu juga dengan beberapa warung makan dengan tampilan menu yang biasa saja.

“Kalau tadi saya melihat sih sudah bagus ya. Hanya di atas tadi yang space untuk batik itu mestinya premium, tetapi kualitasnya tidak semua premium. Bahkan kualitas premium seperti batik sutra dengan harga di atas Rp2 juta, cara menaruhnya cuma dilipat di bawah. Jadi orang tidak tahu karena yang berharga mahal itu tidak ditampilkan dengan baik,” ungkapnya.

Menurut Ganjar, di situlah peran pemerintah daerah untuk mendampingi setelah empat Kementerian, seperti BUMN, Koperasi dan UMKM, PUPR, dan Perhubungan, menandatangani komitmen bersama untuk mendorong UMKM lebih maju.

“Tugas pemerintah daerah sekarang mendampingi UMKM. Produknya dikurasi, kualitas bagus, lalu taruh di situ,” jelas gubernur.(ap)

Related posts