Walikota Aaf: Penegakan Perda, Satpol P3KP Kedepankan Pendekatan Humanis

berita 20220712024905

Mercusuar.co, Pekalongan – Walikota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid SE  menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Peningkatan Kapasitas dalam Rangka Upaya Penegakan Perda dan Perkada serta Meningkatkan Tramtibum Linmas di Ruang Amarta Setda Kota Pekalongan, Selasa (12/7).

Pada kesempatan itu, Kepala Satpol P3KP, Sriyana SSos MSi mengungkapkan, bahwa sebetulnya ini adalah pekerjaan besar karena pihaknya berupaya menegakkan Perda dan Perkada.

Read More

“Dalam koordinasi kali ini kami mengundang pihak kelurahan, kasi trantib, babinsa, dan bhabinkamtibmas sehingga nantinya mereka tahu pelanggaran Perda atau Perkada di lingkungan mereka,” beber Sri.

Dengan jelasnya data pelanggaran yang terjadi nantinya akan mudah dalam menentukan titik-titik yang harus dilakukan penertiban. “Tanggung jawab Satpol P3KP yang utama yakni penegakan Perda, kemudian tramtibum dan linmas. Kami akan berdayakan semua pihak untuk mewujudkan Kota Pekalongan yang kondusif,” tutur Sri.

Terkait contoh pelanggaran Perda disebutkan Sri, contohnya pedagang kaki lima, pendirian bangunan di atas saluran atau di tempat umum, dan masih banyak lagi. “Ini harus kami inventarisasi agar penegakan Perda dapat lebih maksimal,” kata Sri.

Sementara itu, Walikota Pekalongan yang akrab disapa Aaf tersebut saat memberikan pengarahan menjelaskan, bahwa rakor kali ini melibatkan pihak kelurahan (kasi trantib), babinsa, dan bhabinkamtibmas. Ini agar semua pihak terlibat dalam menjaga kondusivitas Kota Pekalongan.

“Mudah-mudahan potensi yang dihadapi di masyarakat bisa diantisipasi sejak dini,” kata Aaf.

Terkait penegakan Perda, menurut Aaf hal ini dilematis karena alasan kemanusiaan. “Paling tidak Pemkot Pekalongan nantinya punya database pelanggaran Perda di masing-masing kelurahan dengan bantuan pendataan dari kasi trantib. Pelanggaran ada berapa dan dimana saja lokasinya,” ujar Aaf.

Hal ini dilakukan agar nantinya ketika akan ada penertiban, Satpol P3KP dapat mengedepankan pendekatan humanis. Selain itu potensi-potensi yang dapat mengganggu kondusivitas dapat diantisipasi sejak dini.(ike)

Related posts