Kumpulkan Koin, Warga Dusun 2 Sidakangen Gotong Royong Perbaiki RA Diponegoro

IMG 20220626 130746 1 scaled

MERCUSUAR.CO, Purbalingga – Melihat kondisi sekolah taman kanak-kanak Raudlatul Athfal (RA) Diponegoro di desanya yang mulai memprihatinkan, warga Dusun 2, Desa Sidakangen, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga tergerak melakukan gotong royong melakukan perbaikan  pada  atap  sekolah tersebut  Dalam perbaikan tersebut warga menggunakan dana  uang hasil gerakan koinisasi kepada warga di  Dusun 2.

“Kita cuma ider kaleng ke warga untuk meminta bantuan uang koin. Alhamdulillah dalan 2 bulan terahir mendapatkan koin sebanyak Rp. 5 juta,” ungkap Wahyudi Awan, Kepala Dusun 2 Desa Sidakangen kepada Mercusuar.co di sela-sela kerjabakti rehap RA Diponegoro, Desa Sidakangen, Minggu (26/6/2022).

Wahyudi Awan menjelaskan, perbaikan yang dilakukan oleh warga murni kehendak warga sendiri yang prihatin melihat kondisi sekolah tersebut sudah banyak terjadi kerusakan. Maka ketika dilakukan penarikan koin warga sudah tahu tujuannya.

“Sementara hasil pengumpulan koin baru cukup untuk mengganti atap, membelikan seng sebanyak 20  lembar untuk mengganti yang sudah rusak,” jelasnya.

Menurutnya, dengan menarik sumbangan model koinisasi untuk RA Diponegoro justru mudah didapat. Karena model pengumpulan Koin (uang receh) dengan nominal Rp. 500 – 1000 dianggap tidak memberatkan para donasi atau warga setempat.

“Besarnya Rp. 500-1000 kan ringan. Bagi ibu-ibu yang koin bisa diambilkan dari sisa belanja atau sisa uang jajan anak-anaknya. Tapi karena dikumpulkan dari sekian puluh warga, lama-lama jadi banyak dan tidak dirasa berat,” ujarnya.

Lebih lanjut Awang menambahkan,   RA Diponegoro di desanya sejak berdiri tahun 1984  sudah butuh perbaikan. Namun untuk perbaikan secara keseluruhan jelas butuh dana yang tidak sedikit. Maka Awan memastikan perbaikan dilakukan secara bertahap.

“Program ke depan insyaallah rehab total.  Kali ini kita betulkan dulu atap yang rusak, agar tidak ada lagi bocor di sana sini,” tambahnya

Sementara Kepala RA Diponegoro Sidakangen, Diah  mengakui pihaknya sebagai guru singgel (mengajar sendirian)  merasa berat untuk memikirkan nasib sekolah tersebut, terutama pada kondisi yang mulai butuh perawatan.

“Sudah banyak yang seharusnya dibetulkan, termasuk plavon dari anyaman bambu juga sudah rusak. Namun kami masih berpikir mengutamakan fasilitas pembelajaran dan alat. bermain dulu, karena anak-anak juga butuh fasilitas dan mainan,” katanya.

Diah juga menyampaikan terimakasih kepada warga yang membantu secara gotong royong memperbaiki atap sekolahnya, mengganti seng yang sudah rusak dengan seng yang baru.  

“Kami ucapkan terimakasih kepada pak Kadus dan bapak-bapak semua yang telah perduli untuk membantu  Semoga nanti sekolah ini makin terawat dan bertambah baik,” ucapnya.

Dalam kegiatan gotong royong rehab RA Diponegoro Desa Sidakangen juga disaksikan Kepala Desa Sidakangen Wagimin,  Ketua GP Ansor Ranting Sidakangen  Karman, Kepala RA Diponegoro,m Sidakangen Diah, dan beberapa warga yang ikut sengkuyung adanya perbaikan sekolah tersebut.(Angga)

Related posts