Haul Akbar Syeih Ahmad Nahrowi Muhtarom Al Banyumasi, Habib Lutfi Hadir dalam Pidato Kebangsaan

FB IMG 1656218405387

MERCUSUAR.CO, Purbalingga –
Maulana Habib Luthfi bin Yahya, Ulama kharismatik dari Kabupaten Pekalongan hadir dalam acara Pidato Kebangsaan di alun-alun Kabupaten Purbalingga, Sabtu (25/6)2022). Pidato kebangsaan tersebut juga merupakan puncak acara Haul  Syech Ahmad Nahrowi Muhtarom Al-Banyumasi yang digelar selama 2 hari, yaitu  Jumat-Sabtu, 24-25 Juni 2022.

Panitia Haul Syech Ahmad Nahrowi Muhtarom Al-Banyumasi, Chabib Abdillah mengatakan, haul akbar yang baru pertama kali digelar  ini merupakan dawuh (perintah) dari yang Mulia Maulana Habib Lutfi Bin Yahya dari Pekalongan. Slahsatu tujuannya adalah untuk mengenalkan kembali bahwa Kabupaten  Purbalingga pernah melahirkan ulama besar, yakni Syech Nahrowi Muhtarom Al-Banyumasi.

“Beliau asal Purbalingga dan hijrah ke Makkah. Di sana menjadi guru dan oleh pemerintah Arab Saudi diangkat menjadi hakim,” kata Gus Chabib dari Pesantren Sunan Gringsing, Desa Gemuruh, Kecamatan Padamara saat memberikan sambutan.

Dalam perjalannya sebagai ulama besar di Hijaz (Arab Saudi) sejumlah ulama besar Nusantara yang menuntut ilmu di kota Makah berkesempatan menjadi santrinya Syech Nahrowi Muhtarom Al Banyumasi, diantaranya iyalah Syech Nawawi Al-Bantani, Syech Ahmad Khatib Al-Minangkabauwi, Syeih Mahfudz Tremas, Mbah Kyai Syeih Soleh Darat, Mbah Kyai Syaikhona  Cholil Bangkalan, Syekh Junaid Al-Batawi, Mbah Kyai Syeih Nasrowi Dalhar Watucongol, Mbah Kyai Syeih Siroj Payaman, Syaikh Abdul Kaafi Sumolangu, dan dan Mbah Kyai Syeih Abdul Malik Kedungparuk, Banyumas.

“Jadi Purbalingga punya ulama besar, tapi banyak yang tidak tahu,” tegas Gus Chabib.

Sebelumnya, haul Mbah Kyai Syeih Nahrowi Mutohar Al Banyumasi diawali dengan serangkaian acara, diantaranya yakni kirab dan apel kebangsaan, dialog antar umat beragama, karnaval seni dan budaya, pengajian akbar, dan pembagian seribu sembako.

“Puncaknya adalah pidato Kebangsaan oleh Habib Lutfi Bin Yahya dari Pekalongan,” pungkasnya.

Dalam kitab A’lamul Makiyyin  karya Syekh Abdullah Muallimi  di entri nomor 1431 halaman 964 disebutkan  Syekh Ahmad Nahrawi Al-Banyumasi merupakan ulama besar di tanah Arab yang lahir di Kauman, Purbalingga tahun 1860.

Sejak umur 10 tahun ulama yang awalnya bernama Muhtarom bersama kakaknya Abu Amar dikirim ke tanah Arab oleh ayahnya KH. Hardja Muhammad yang saat itu sebagai imam masjid agung Darussalam untuk menuntut ilmu agama. Namun setelah beberapa tahun berjalan Muhtarom tidak pulang ke tanah air, sedang Abu Amar kembali ke tanah air.

Di tanah Arab itulah Muhtarom justru berkesempatan belajar banyak ilmu agama, sehingga ngga beliau menjadi guru dan bahkan diangkat sebagai hakim oleh pemerintah Arab.

Saat itu juga Muhtarom menjadi ulama besar dengan sebutan Syeih Nahrawi Muhtarom Al Banyumasi yang keilmuanya setingkat dengan para ulama lainnya, diantarnya Syekh Muhammad al-Maqri a-Mishri al-Makki, Syekh Muhammad bin Sulaiman Hasballah, Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan, mufti madzab Syafi’iyah di Makkah, Syekh Ahmad An-Nahrawi al-Mishri al-Makki,  Sayyid Muhammad Shalih al-Zawawi al-Makki, salah seorang guru di Masjid Nabawi.(Angga)

.

Related posts