Baznas Banjarnegara Khitan kan 132 Anak Kurang Mampu

IMG 20220626 WA0058

Mercusuar.co, Banjarnegara – 132 anak di khitan massal oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Banjarnegara, Khitan massal berlangsung di Sasana Bhakti Praja Banjarnegara, Sabtu (25/6/2022).

Ketua Baznas Banjarnegara, Sutedjo Slamet Utomo mengatakan, Sunatan massal digelar untuk membantu warga yang membutuhkan, khususnya yang memiliki anak atau remaja yang belum dikhitan.

Agar tidak panik atau nervous, mereka yang akan dikhitan kebanyakan didampingi orang tua dan sanak saudaranya.

“Kebetulan ini masa libur sekolah, jadi waktunya tepat, kami sebelumnya juga melakukan sosialisasi melalui medsos dan penyuluh agama di desa, sehingga peserta mencapai 132 anak,” kata Sutedjo.

Lebih jauh Sutedjo menjelaskan, sunatan massal merupakan bagian dari program Baznas Banjarnegara, yang diselenggarakan dua kali dalam setahun.

“Setiap anak yang dikhitan mendapatkan bingkisan berupa seperangkat baju muslim, sarung, sandal, tas, celana sunat, kopiah, dan uang saku,” jelasnya.

Pj Bupati Banjarnegara, Tri Harso Widirahmanto mengatakan, khitan merupakan salah satu bagian dari syariat agama yang wajib bagi kaum laki-laki muslim.

Fungsi khitan dari sisi agama adalah untuk mempermudah dan mempercepat proses pembersihan fisik sebagai salah satu syarat sahnya ibadah.

“Selamat kepada anak-anak semua, semoga setelah dikhitan semakin sehat dan sholeh. Khitan juga penting bagi kesehatan karena membuang bagian tubuh yang menjadi tempat persembunyian kotoran, virus, dan bakteri yang dapat membahayakan kesehatan,” katanya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada panitia dari Baznas, tim medis selaku eksekutor, dan orang tua yang mengantarkan putra-putranya.
Pada sunatan massal kali ini juga dikenalkan sunat dengan menggunakan metode hipnotis yang dilakukan oleh Muhtadi, salah satu mantri senior.

Ia bahkan dengan santai mengkhitan dengan metode tersebut. Dan anak-anakpun bisa dikhitan dengan tenang.

“Metode ini memang sengaja kami berikan kepada anak agar tidak panik dan takut saat di sunat,” katanya.

Syarif salah satu peserta sunatan massal mengaku tidak sakit saat disunat, Ia bahkan sangat tenang saat di sunat.

“Ngga sakit, cuma sebentar saja sakitnya, seperti digigit semut,” katanya.(anhar)

Related posts