Satu Data Kependudukan, Modal Vital Pembangunan Daerah

IMG 20220621 WA0023

Mercusuar.co, Wonosobo – Dalam rangka mewujudkan ketersediaan data penduduk Indonesia menuju “Satu Data Kependudukan Indonesia”. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Wonosobo menyelenggarakan sosialisasi sensus penduduk 2022 lanjutan dan Pencanangan Program Desa Cantik (Cinta Statistik) di Ruang Rapat Mangoenkusumo, Senin (20/6).

Hadir dalam kesempatan ini Bupati Wonosobo, H Afif Nurhidayat, S.Ag yang menyampaikan pesan sekaligus membuka acara,
“Melalui kegiatan ini, saya harap seluruh yang hadir di sini dapat memahami lebih dekat, mengenai arti penting pelaksanaan Sensus Penduduk 2020 Lanjutan, sehingga dengan kesadaran dan tanggung jawab penuh bersedia untuk secara aktif menyukseskan agenda pemerintah ini.”

Dalam kesempatan ini pula, Bupati mengapresiasi kepada BPS Kabupaten Wonosobo yang telah bersinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah Kabupaten Wonosobo, dalam melaksanakan Program Desa Cantik, sesuai dengan program prioritas dalam Musrenbang Pemerintah Kabupaten Wonosobo tahun 2023. Dengan mereplikasi Program Desa Cantik maka diharapkan dapat berfokus kepada optimalisasi Sistem Informasi Desa yang berbasis masyarakat, agar desa mampu menyusun dan menghasilkan data yang bersifat mikro dengan by name by address, sehingga perencanaan pembangunan desa dapat lebih tepat sasaran.

Pada kesempatan ini pula diserahkan sertifikat penghargaan kepada Dinas Instansi, desa dan kelurahan terbaik dalam memberikan kontribusi berkesinambungan dalam penyelenggaraan pembinaan statistik sektoral tahun 2022, yaitu Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa, Dinas PPKBPPPA dan Bappeda, sedangkan desa/ kelurahan adalah Desa Maduretno, Desa Lipursari, Desa Sendangsari, Kelurahan Andongsili dan Kelurahan Sapuran.

Hal senada juga disampaikan oleh kepala BPS Kabupaten Wonosobo, Ir. Tri Wahyu Joko Pratomo MM, bahwa data adalah basis pembangunan. Sehingga dengan dengan demikian maka diharapkan gerakan 100 Desa Cantik ini akan direplikasi oleh desa-desa lainnya.

“Jadi setelah adanya pencanangan 100 program desa cantik tahun 2021 dari Pusat kita berharap nanti akan tertular ke desa desa lainnya” harap Tri Wahyu.

“Kita berharap desa desa care terhadap data, karena membangun perlu data,” sambungnya.

Perlu diketahui bersama bahwa saat ini BPS Kabupaten Wonosobo sedang melaksanaan Sensus Penduduk 2020 Lanjutan yang dilaksanakan secara sampel di 258 desa/ kelurahan pada periode 15 Mei-30 Juni 2022.

Related posts