Wahana Ontang-Anting di Pasar Malam Jolotundo Semarang Ambruk, Dua Orang Terluka

IMG 20220607 000310

Mercusuar.co, Semarang – Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar S.I.K., S.H., M.Hum., dalam hal ini diwakilkan Kasatreskrim Polrestabes Semarang AKBP Donny Lumbantoruan S.H.,S.I.K.,M.I.K., memimpin jalannya press release kasus kecelakaan wahana permainan di Jl Jolotundo Gayamsari, Senin (6/6).

Polrestabes Semarang mengamankan operator pengelola wahana ontang-anting yang ambruk di pasar malam Jolotundo, Gayamsari Semarang, Jumat (3/6). Wahana ontang-anting di pasar malam Jolotundo, Gayamsari, Semarang itu, sekitar pukul 20.45 WIB, ambruk dan mengakibatkan 2 orang terluka.

Kapolsek Gayamsari yang hadir dalam rilis kasus di Polrestabes Semarang, Kompol Henky Prasetyo menyampaikan, pihaknya telah mengamankan tiga orang yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Ketiga orang tersebut masing-masing bernama Sukasno warga Kaligawe, Kecamatan Gayamsari Semarang. Pria berusia 53 tahun itu adalah pemilik wahana ontang-anting.

Yang kedua adalah pria berusia 18 tahun bernama Ervan Setiawan warga Kaligawe, Kecamatan Gayamsari sebagai operator wahana. Dan yang ketiga adalah Suradi warga Sambirejo, Kecamatan Gayamsari sebagai pengurus wahana.

Kompol Henky Prasetyo menyampaikan penyebab ambruknya wahana tersebut. Berdasarkan penyelidikan yang sudah dilakukan, Henky menyebut jika yang menjadi penyebab utama adalah tanah lokasi yang lunak.

“Jadi ketika ada pengunjung tanahnya goyang dan jadi ambruk. Mungkin karena lembab sehabis hujan,” sambungnya.

Selain itu, Henky menambahkan, jika ternyata mainan anak-anak itu bukan untuk anak-anak saja tapi bisa juga untuk orang dewasa.

Setelah kejadian itu, pasar malam Jolotundo langsung ditutup dengan garis kuning. “Untuk operator juga sudah kami amankan,” ucapnya.

Sementara untuk para korban, Henky mengungkapkan, jika mereka sudah bertemu dengan pihak operator dan dilakukan mediasi.

Dari keterangan pengelola yakni Sukasno menyampaikan, jika tanah di lokasi kejadian bergerak saat wahana dimainkan. “Sewaktu goyang, wahananya nggak kuat, langsung pada jatuh. Operator saya langsung memberi pertolongan,” katanya.

Sukasno juga mengaku, selama 10 tahun melakoni usaha ini, dia belum pernah mengalami kejadian yang sama.

Pos terkait