Bayu Seta dan Vionita Happy Dinobatkan Jadi Duta Genre Kabupaten Temanggung

IMG 20220606 WA0118

Mercusuar.co, Temanggung – Malam pemilihan Duta Genre Kabupaten Temanggung berlangsung meriah. Para finalis terdiri 10 orang putra dan putri mengikuti setiap sesi penilaian dari dewan juri yang cukup ketat mulai Sabtu (4/6/2022) hingga berakhir Minggu (5/6/2022) dini hari pukul 01.45 WIB.

Para finalis pun menunjukkan kemampuan mereka masing-masing mulai menari, bernyanyi, peragaan busana, kemampuan bahasa, berinteraksi, dan lain-lain.

Wakil Bupati Temanggung Heri Ibnu Wibowo mengapresiasi Forum Genre, atas pelaksanaan kegiatan pemilihan Duta Genre dari tahap awal hingga malam final. Kepada 10 finalis Wabup menekankan tugas Duta Genre nantinya sangat luar biasa, yakni memberikan pendampingan menjadi tempat untuk berkonsultasi terkait berbagai persoalan.

“Kepada 10 finalis dan yang lainnya ini bukan ajang mencari ‘wah’, bukan ajang mencari popularitas, karena tugas Duta Genre nantinya sangat luar biasa. Untuk memberikan pendampingan tempat berkonsultasi, terkait no free sex, no napza, no HIV, ini tugas kita semuanya,” ujarnya.

Bayu Seta dan Vionita Happy dinobatkan menjadi Duta Genre (Generasi Berencana) Kabupaten Temanggung. Mereka pun akan mewakili Kabupaten Temanggung ke ajang serupa di tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Keduanya menjadi yang terbaik setelah melewati berbagai macam kriteria penilaian. Adapun untuk juara 2 kategori putra diraih Anas Rodin dan kategori putri Eunike, sedangkan juara 3 diraih Faukaila dan Hatria Pramudita.

Lebih lanjut wabup mengatakan, melalui Duta Genre diharapkan semua masalah tersebut bisa ditangani, termasuk pencegahan terjadinya pernikahan usia dini yang bisa berdampak pada stunting.

“Saya harap Duta Genre menjadi teladan, menjadi contoh masyarakat sampai kapan pun,” kata wabup.

Wabup menambahkan, peredaran dan penggunaan Napza di kalangan remaja masih cukup tinggi. Maka Duta Genre diminta untuk bisa melakukan pendekatan kepada teman sebayanya, agar tak menggunakan Napza. Free sex juga harus dicegah, termasuk pernikahan dini, sebab secara psikis, remaja belum siap untuk menikah, sehingga dikhawatirkan akan menurunkan generasi yang tidak sehat, stunting, bahkan kekurangan gizi, karena kurang perawatan saat hamil dan melahirkan.

“Tugas ke depan cukup tinggi, maka sekali lagi ini jangan dijadikan ajang mencari popularitas. Tugas ke depan di Temanggung cukup berat. Jadi tantangan kita semua, jadi tantangan anak-anak kita semua agar benar-benar menjadi Duta Genre, untuk mengatasi hal-hal atau permasalahan di Kabupaten Temanggung,” tandasnya.

Hadir dalam acara tersebut Asisten 1 Setda Temanggung Gotri Wijianto Wuriatmojo yang mewakili Bupati HM Al Khadziq, Bunda Genre Denty Eka Widi Pratiwi, perwakilan BKKBN Provinsi Jateng Iwan Dwi Antoro, pemilik sekolah modeling dan desainer kondang Jawa Tengah Totok Sahak, Kepala DPPPAPPKB Temanggung Sri Endang Praptaningsih dan lain-lain.

Pos terkait