Gus Yasin Mengapresiasi Kerjasama BPJS Ketenagakerjaan dan RSND Serta Undip, Berikan Bantuan “filly hand”

IMG 20220603 WA0041 1 1024x682 1

Mercusuar.co, Karanganyar – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengapresiasi kerja sama yang terjalin antara BPJS Ketenagakerjaan dan RSND. Kerja sama itu perlu didorong untuk terus dikembangkan agar memberi manfaat kepada banyak pihak. Antara lain kepada Undip yang hasil risetnya bisa diimplementasikan secara nyata, kepada pekerja yang memiliki kebutuhan terhadap tangan dan kaki palsu, maupun kepada BPJS Ketenagakerjaan yang memberikan pemenuhan kebutuhan dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus mengampanyekan bangga terhadap produk buatan Indonesia.

“Nah ini kita dari Pemprov Jateng, atas nama pribadi juga atas nama pemprov, ayo kita bareng-bareng sosialisasikan ini. Nanti seperti Mas Eko, bisa beraktivitas lagi. Memang ini butuh waktu untuk melatih motoriknya. Juga (riset) ini baru yang untuk tangan, nanti akan dikembangkan oleh RS Undip yang kaki. Nah ini kita dorong betul,” tuturnya. 

Perlu diketahui, Eko Suryanto, pegawai PT Sinar Agung Sukses Selalu Karanganyar, tentu tidak pernah terbayangkan olehnya akan mengalami kecelakaan kerja hingga tangannya putus. Kejadian itu dialaminya setahun lalu, saat membersihkan mesin conveyor. Tangan kirinya tanpa sengaja tersangkut karet conveyor dan terkena rodanya.

Eko menerima bantuan filly hand, salah satu produk tangan buatan dengan teknologi biomechanic, di Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND), Jumat (3/6).

IMG 20220603 WA0038 1024x682 1

Dia mengaku, seluruh pengobatan kecelakaan kerjanya dijamin oleh BPJS Ketenagakerjaan. Sejak dari menjalani amputasi di RS Oen Kandangsapi Surakarta, hingga menerima bantuan filly hand dan terapi penggunaannya, dengan total biaya lebih dari Rp160 juta.

“Saya sangat berterima kasih pada BPJS Ketenagakerjaan. Memang dari awal saya bekerja di perusahaan, untuk BPJS Ketenagakerjaan sangat membantu,” ungkapnya.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo mengatakan, filly hand ini merupakan inovasi dari Universitas Diponegoro. Pihaknya memberikan dukungan atas inovasi tersebut, karena akan sangat membantu para pekerja yang membutuhkan tangan dan kaki buatan, akibat kecelakaan kerja.

“Ini adalah salah satu program yang baik, kolaborasi yang baik. Nanti kita juga dengan Prof Sutopo (Dirut RSND) akan melihat bagaimana bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan, supaya riset-riset ini bisa terimplementasi, bisa diproduksi, sehingga terasa manfaatnya bagi pekerja,” ucapnya.(ap)

Pos terkait