Peringati Bulan Pancasila, Ganjar Kunjungi BIPTAK Disperindag Jateng : “Menuju Kemandirian Ekonomi Jawa Tengah”

IMG 20220602 WA0020

MERCUSUAR.CO, Semarang – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengunjungi Balai Industri Produk Tekstil dan Alas Kaki (BIPTAK) Disperindag Provinsi Jawa Tengah dalam rangka peringatan bulan Pancasila yang bertema “Menuju Kemandirian Ekonomi Jawa Tengah, di Jl Tambakaji Raya no.1 Semarang, Kamis (02/06) pagi.

Turut menghadiri, Kepala Disperindag Provinsi Jateng Muhammad Arif Sambodo, SE, M.Si dan pejabat dilingkungan Disperindag Jateng.

Bacaan Lainnya

Acara dibuka dengan mars BIPTAK yang dinyanyikan semua peserta pelatihan, dilanjut menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh semua hadirin.

Dalam sambutannya, Arif Sambodo menerangkan bahwa, BIPTAK telah berdiri dari sejak tahun 2008, sampai sekarang BIPTAK telah melatih 51.838 tenaga kerja dan 65% sudah penempatan, sisanya mandiri seperti konveksi dan sebagainya. Untuk tahun 2022 ini, BIPTAK merekrut untuk melatih 1.400 calon tenaga kerja.

Lebih lanjut, menurut Arif Sambodo, BIPTAK didirikan untuk mengurangi pengangguran di wilayah Jateng, BIPTAK ini juga bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan tekstil dan alas kaki di Jateng, dan model pelatihannya ketika pelatihan diberi sosialisasi oleh perusahaan-perusahaan untuk keminatan kemudian kurikulum yang diajarkan disesuaikan dengan apa yang diinginkan oleh perusahaan.

Dalam kesempatannya, Gubernur Jawa Tengah yang akrab disapa Ganjar tersebut melakukan tanya jawab dengan perwakilan dari perusahaan yang datang. Sugito, perwakilan dari pabrik alaskaki asal korea yang memproduksi sepatu adidas PT Hwaseung Indonesia (HWI) Jepara, mendapat kesempatan untuk tanya jawab.

“Kalo anda mencari tenaga kerja yang dibutuhkan oleh perusahaan, yang seringkali tidak sesuai itu apa,” tanya Ganjar.

“Kalo keahlian bisa kita poles, masalahnya pada kemalasan dan kerajinan, tapi kalo basic malas itu susah pak, di Jawa Tengah masih ada malas,” jawabnya kepada Gubernur.

“Di Jateng yang diharapkan adalah pekerja yang rajin karena untuk skill bisa dilatih,” lanjut Sugito kepada Gubernur.

Nufin salahsatu peserta mendapat kesempatan tanya jawab dengan Gubernur, kepada Ganjar, ia yang lulusan dari SMK jurusan otomotif tertarik ikut pelatihan dikarenakan saat ini lebih banyak perusahaan garmen sehingga lowongan kerja otomatis juga banyak.

Ketika ditanya “kamu ikut pelatihan selama 20 hari itu, sekarang kamu sudah bisa atau belum, merasa sudah ahli belum?”

“Saat ini saya baru pelatihan hari ke17 dan sudah bisa” jawabnya.

Ganjar bertanya kepada Nufin, “kalo kamu saya suruh ngritik, kekurangan sekolahmu selama 3 tahun itu apa?”

“Pelatihannya kurang maksimal karena disekolah yang dilatih cuma materi-materi umum saja,” jawabnya.

Ganjar pun mengatakan sistem pendidikan perlu dievaluasi kurikulumnya, agar murid-murid ketika lulus sudah siap untuk bekerja.(dj)

Pos terkait