Pemprov Jateng: Jateng Aman dan Terhindar Faham Yang Tidak Sesuai Ideologi Pancasila

IMG 20220602 WA0017

MERCUSUAR.CO, Semarang – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Tengah Haerudin, membuka acara Hari Lahir Pancasila di Gedung Grhadhika Bhakti Praja, kompleks kantor Gubernur Jateng, Rabu (1/6).

Pada Selasa (31/5/2022), pihaknya ke Klaten langsung untuk bertemu dengan amir Khilafatul Muslimin.  Prinsipnya, Pemprov Jateng berupaya untuk melakukan pencegahan agar kejadian seperti 29 Mei tidak lagi dilakukan, dan bisa dicegah.

“Apapun kegiatan mereka, kemarin kita sudah sepakat, supaya diberitahukan kepada Polres, ada izin dari kepolisian. Sehingga, tidak berpotensi menimbulkan keresahan masyarakat. Insyaallah amanlah di Jawa Tengah,” ujarnya.

Perlu diketahui, beredarnya video konvoi promo Khilafatul Muslimin di daerah Kabupaten Brebes yang terpantau ke desa Keboledan-Wanasari, membuat Pemerintah Provinsi Jawa Tengah segera mengambil tindakan untuk mengantisipasi adanya hal yang tidak diinginkan. Hal itu juga untuk memastikan Jateng aman dan terhindar dari faham yang tidak sesuai dengan ideologi Pancasila.

Haerudin, mengatakan pihaknya segera ke Brebes tak lama setelah kejadian pada 29 Mei 2022 lalu. Pihaknya melakukan rapat dengan Komunitas Intelijen di Brebes.

“Saya kebetulan terjun langsung di lapangan. Kemarin saya ke Brebes, rapat dengan Komunitas Intelijen di Brebes. Alhamdulillah, sudah dilakukan tindakan-tindakan. Senin (30/5) ke Brebes,” kata Haerudin.

Berdasarkan informasi yang didapatnya dari amir atau pemimpin Khilafatul Muslimin di Klaten, memang di Jawa Tengah ini persebarannya terbagi dua wilayah. Yaitu wilayah Brebes, Banyumas, Tegal, dan Slawi, itu ikutnya wilayah Cirebon. Sedangkan di Jawa Tengah sendiri meliputi Solo Raya dan DIY.

“Jadi memang modelnya, amir per wilayah. Kebetulan, saya sempat diskusi, di Indonesia ini dibagi tiga wilayah. Ada wilayah Jawa, Sumatera, dan wilayah Timur,” bebernya.

Ditambahkan, Pemprov Jateng segera melakukan antisipasi dengan cepat. Begitu muncul di media, tutur Haerudin, sasaran pertama Pemprov yaitu di Brebes karena  yang muncul gambar-gambarnya di Brebes. Pihaknya langsung adakan rapat, dan ditindaklanjuti.

“Kemarin FKUB, 10 ormas menyatakan menolak terhadap kegiatan Khilafatul Muslimin. Dihadiri Kapolres dan dilakukan penandatanganan (kesepakatan),” imbuhnya

.Dengan demikan, pihaknya menyatakan Jateng aman dari pengaruh Khilafatul Muslimin. Dan tugas pemerintah dalam mewaspadai, antisipasi, dan deteksi, sudah dilakukan.

Kebetulan kejadian itu juga berdekatan dengan Hari Lahir Pancasila 1 Juni, oleh karena itu, Haerudin menuturkan, agar momen Hari Lahir Pancasila sekaligus menjadi momen untuk menghentikan segala aktivitas yang bertentangan dengan nilai dan ideologi Pancasila.

“Karena mereka melakukan (kegiatan promo) setiap empat bulan, hasil diskusi kemarin di Klaten. Jadi kebetulan itu tanggal 29 Mei, kebetulan ini Hari Lahirnya Pancasila. Saya kira ini momen yang pas juga karena segala sesuatu yang bertentangan dengan nilai Pancasila, ideologi Pancasila memang harus kita hentikan,” pungkasnya.(ap)

Pos terkait