Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, Mendorong Kegiatan yang mebangkitakan erekonomian Masyarakat

30elengger wsb ang3
MRCUSUAR.CO Wonosobo - Pertunjukan tari lengger di Kelurahan Sambek ramai dikunjungi warga. Setidaknya ada seribu masyarakat menyaksikan pagelaran yang telah absen dua tahun ini. Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat terus mendorong kegiatan masyarakat yang berpotensi menciptakan geliat perekonomian. 

Kelurahan Sambek mengadakan Pentas Kesenian Kuda Kepang dan Tari Lengger Seno Budoyo pada Minggu (29/5) sore hingga malam. Kegiatan ini berbarengan juga dengan Pengajian dan Haul Mbah Kyai Bangun.  

Salah satu warga Sari (30) mengaku senang bisa menyaksikan kesenian tarian lengger di wilayah tempat tinggalnya. Sebab sudah dua tahun ini tidak ada tontonan atau hiburan bagi masyarakat. 

“Saya antusias sekali, kalau dilihat juga warga senang. Karena sudah dua tahun pandemi jadi ini warga tumpah ruah di sini bahkan ada yang nonton sampai larut malam,” tutur Sari kepada Suara Merdeka. 

Senada dengan Adel (30) yang juga melihat pertunjukan dari awal hingga akhir. Dia mengaku gemar melihat tarian lengger, sebagai wujud pelestarian budaya. “Sangat luar biasa pertunjukan kuda kepang dan tari lengger Setyo Budoyo memberikan sugujan yang memuaskan serta acara aman sampai usai,’” tukas Adel. 

Sementara itu Camat Wonosobo Joko Widodo berharap kesenian lengger di Wonosobo akan menjadi ikon lokal andalan. Sehingga akan terus dibudidayakan menjadi aset bangsa di Wonosobo.

“Misalnya saja dengan hak paten, pembinaan generasi dan mendorong pertunjukan sebagai magnet roda perekonomian. Sehingga dengan kesenian lengger hidup menjadi lebih indah dan masyrakat jadi makmur,” kata Camat Joko Widodo. 

Hal ini juga diamini oleh Bupati Afif Nurhidayat yang turut menyaksikan kesenian tari lengger. Dia mendorong adanya kegiatan masyarakat yang berpotensi menciptakan geliat ekonomi masyarakat. 

Apalagi sudah dua tahun pandemi menjadikan kondisi perekonomian lemah. Maka dari itu pihaknya mendukung kegiatan masyarakat, misalnya saja kesenian maupun pengajian. 

Dari situ, lanjut Afif, geliat usaha kecil terlihat. Sebab kemudian banyak masyarakat yang menjajakan aneka jualannya. “Kami berikan ruang bagi masyarakat untuk pemulihan ekonomi. Saya yakin masyarakat juga rindu akan tontonan seperti ini. Pasti akan mendatangkan rezeki untuk yang berjualan,” kata Bupati Afif. 

Untuk diketahui lengger berasal dari kata elinga ngger, yang berarti sebuah petuah orang tua kepada anaknya agar taat kepada Tuhan dan menjalin hubungan baik dengan sesama manusia. Kesenian ini telah mendarah daging bagi masyarakat Wonosobo dan terus dilestarikan hingga kini.

Pos terkait