Kontes Batu Klawing Sukses, TIC :KGC 2022 Sebagai Momentum Bangkitnya Kejayaan Batu Klawing

IMG 20220523 WA0116

Mercusuar.co, Purbalingga – Kontes dan bazar batu akik yang digelar dalam Klawing Gems Competition (KGC) 2022 selama 4 hari berturut-turut (19-22/5/202) di obyek wisata edukasi Sanggaluri Park telah berakhir dan terhitung sukses. Dengan berbagai karakter, jenis dan corak warna seperti Nagasui, Jesper, Badarbesi dan sebagainya tampil eksotik menghiasi puluhan stand dari berbagai daerah di negeri ini.

Tourism Information Centre (TIC) mencatat peristiwa spektakuler tersebut bisa dikategorikan   sebagai momentum bangkitnya kejayaan Batu Klawing, yang  kemudian bisa dipromosikan sebagai aset salah satu wahana wisata.

“Khusus bagi para pelaku wisata di Kabupaten Purbalingga agar bisa ikut membantu mempromosikan Batu Klawing sebagai Batu Asli Purbalingga yang memiliki banyak ragam jenis dan warnanya. Agar keberadaan batu akik yang tedapat di sungai Klawing bisa terus diberdayakan menjadi obyek wisata dan menghasilkan ekonomi rakyat,” ujar Bambang Edi Siwondo, Ketua TIC Purbalingga kepada Mercusuar.co, Senin (23/5/2022).

Edi berharap bahwa Batu Klawing ini bisa sebagai salah satu icon wisata Purbalingga yang akan bisa menarik wisatawan dunia berkunjung ke Kabupaten Purbalingga. Menurutnya,TIC akan siap membantu mempromosikan Daya Tarik Wisata Batu Klawing melalui media Online ataupun secara offline.

“Tentu saja untuk mewujudkan semua impian diperlukan adanya kolaborasi dan sinergi yang kompak dari semua stakeholder pariwisata yang ada di Purbalingga,” tegasnya.

Dalam menyikapi keberadaan perkembangan dunia pariwisata di Kabupaten Purbalingga di awal melandainya pandemi Covid-29, ia  berpendapat agar bisa menghilangkan ego sektoral demi kemajuan dan kemakmuran masyarakat Purbalingga, “Karena sektor pariwisata bisa sebagai sektor yang memiliki multyple efek player bagi perekonomian masyarakat,” ucapnya.

Diketahui, sejak batu akik sungai Klawing mencuat ke permukaan publik sebagai fenomena baru di dunia perbatuan mulia di tanah air pada tahun 2014an hingga 2018 dan seolah meredup hingga hampir tidak terbincangkan lagi saat pandemi Covid-19 melands dunia, Keberadaan GKC 2022 seolah kembali membuka mata dunia untuk menegaskan bahwa keberadaan batu akik masih untuh penggemarnya.

“Memang sempat meredup, apalagi setelah pandemi covid menjadi alasan adanya batasan-batasan. Tak ayal lagi informasi perkembangan batu akik seakan ikut menepi jauh. Namun setelah diadakan KGC 2022, kita kembali sadar bahwa keberadaan batu akik tidak pernah berhenti mati,” pungkasnya.

Terkait KGC 2022 yang telah usai dan berhasil menyedot ribuan pengunjung dan omset ratusan juta rupiah, sebelumnya acara tersebut dibuka  2022 yang telah usai dan berhasil menyedot ribuan pengunjung dan omset ratusan juta rupiah, sebelumnya acara tersebut dibuka dibuka oleh Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi pada Kamis, (19/5/2022) dan dilangsungkan sarasehan dengan tema “Mengangkat Kembali Kejayaan Batu Klawing Purbalingga”(*)

Pos terkait