Tebing Setingi 3 Meter di Dua Dususng Mojotengah Longsor

19elongsor wsb ang
MERCUSUAR.CO Wonosobo - Dua dusun di Kecamatan Mojotengah dilanda tanah longsor, yakni Dusun Kleyang Jurang Desa Pungangan dan Kebrengan, pada Rabu (18/5). Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap curah hujan intensitas tinggi yang lebih dari satu jam.

Kedua peristiwa tersebut terjadi pada hari yang sama dan waktu yang hampir bersamaan, yakni sekitar pukul 16.00 dan 17.00. Faktornya penyebabnya pun sama, yakni curah hujan yang tinggi.  

Camat Mojotengah Bandriyo menyebut longsor yang terjadi di Kebrengan tepatnya ada pada jalan menuju Desa Wonokromo dan Slukatan. Panjang longsor sekitar 12 meter dengan lebar kurang lebih dua meter dan tingginya sekitar tiga meter.

Sementara di Pungangan, lanjut Bandriyo, longsor yang terjadi pada 17.00 mengakibatkan senderan rumah setinggi tiga meter runtuh. Sehingga menutup akses jalan setapak dan material longsor sebagian masuk ke rumah sekaligus warung kelontong milik salah seorang warga.

Bandriyo membeberkan bahwa sebagian besar wilayah Mojotengah memang rawan longsor, apalagi terdapat banyak tebing tinggi. Maka dari itu masyarakat diimbau tetap waspada terhadap hujan deras yang belakangan terjadi.

"Apalagi jika hujan terjadi lebih dari satu jam. Kami juga sudah woro-woro kepala desa untuk mengingatkan ke warganya agar pohon-pohon yang tumbang segera dipotong," tukasnya.

Sementara itu, Tim Reaksi Cepat BPBD Wonosobo Bangkit Adi Wibowo menjelaskan situasi terkini di Pungangan material longsor telah dibersihkan oleh BPBD, Tagana dan warga sekitar. Sedangkan jalan yang tertutup material longsor sudah bisa dilewati.

"Korban atas nama Bapak Lutfiyono, saat kejadian dia dan istrinya sedang bekerja, sedangkan anaknya ada di rumah kakek neneknya. Untuk yang terkena longsor warung kelontong milik Pak Lutfiyono (50)," terang Bangkit yang dihubungi melalui pesan singkat.

Kendati terkena longsor, Bangkit menerangkan bahwa rumah milik korban masih bisa ditempati. Untuk kategori kerusakan yang terjadi masih tergolong ringan. "Untuk perkiraan kerugian sekitar Rp20 juta. Sekarang sisa materialnya tinggal sedikit," pungkas Bangkit.(ang)

Pos terkait