Antisipasi Kelangkaan Kebutuhan Pokok Masyarakat, Bupati Eisti Kunjungi Pasar Bintoro dan Gudang Dolog

WhatsApp Image 2022 04 23 at 09.53.20

MERCUSUAR.CO, Demak – Bupati Demak Eisti’anah didampingi Wakil Bupati Ali Makhsun beserta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) mengunjungi Gudang Dolog untuk memantau penyimpanan beras di desa Katonsari.

Kepala Gudang Dolog Katonsari, Saiful Hidayat saat menyambut rombongan juga menjelaskan, saat ini Pasokan beras di Demak sekitar 2.500 ton dan diperkirakan cukup untuk 6 bulan kedepan. 

“Untuk pasokan beras yang ada saat ini sekitar 2.500 ton, diperkirakan jumlah tersebut dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Demak selama 6 bulan kedepan.  Untuk berasnya sendiri berasal dari petani kita.

Sebelumnya, rombongan Bupati Eisti memantau Kebutuhan Pokok Masyarakat di Pasar Bintoro, Jum’at (22/04). Hal tersebut untuk mengantisipasi kelangkaan terhadap kebutuhan pokok masyarakat, bahkan di sinyalir harganya mengalami kenaikan menjelang lebaran.

Sasaran utama pemantauan adalah bahan pokok kebutuhan utama lebaran mulai dari beras, telur, ayam potong, minyak goreng, gula pasir dan bumbu dapur seperti cabe rawit hingga cabe merah kriting. 

Bupati Demak Eisti’anah menyampaikan, dari hasil tinjauan yang dilakukan harga bahan pokok masih terbilang stabil, belum ada kenaikan yang signifikan. Harga ayam potong mencapai 35.000 rupiah perkilogram, beras 10.000 rupiah perkilogram, minyak goreng kemasan Rp. 25.000 / liter, sedangkan untuk gula pasir satu kilogram mencapai 14.000 rupiah.

Sedangkan untuk bumbu dapur seperti cabe rawit setan mencapai 26.000 rupiah perkilogram dan cabe merah kriting 24.000 perkilogram.

“Hingga saat ini untuk di 21puasa yang telah kita jalankan, harga bahan pokok masih normal, Tadi saat kita lakukan komunikasi dengan pedagang, bahkan mereka mengatakan adanya kenaikan permintaan dari konsumen. Itu artinya perputaran uang semakin lancar,” kata Bupati Eisti’anah disela-sela  Pemantauan Harga Kebutuhan Pokok Masyarakat.

Pada saat yang sama dilakukan pula pengawasan makanan oleh Satgas Pemberantasan Obat dan Makanan Ilegal. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya makanan kadaluwarsa. Namun tim menemukan dua jenis makanan mie basah dan ikan teri kering yang mengandung bahan pengawet dan berbahaya bagi tubuh.(cil)

Pos terkait