Pasar Takjil Dadakan Depan Masjid Ekonik Wonosobo

21dngabuburit wsb ang

MERCUSUAR.CO Wonosobo – Ada beberapa titik lokasi pasar dadakan yang menjajakan takjil pada Bulan Ramadan, salah satunya adalah di kawasan Masjid Almansur. Selain letaknya strategis, tempat ini juga lebih nyaman untuk mencari jajanan berbuka puasa.

Bila Anda melewati daerah Kauman Utara, akan menjumpai sederet tenda sepanjang kurang lebih 100 m dan terdapat 60 pedagang kaki menjual aneka kudapan untuk buka puasa, mulai dari sayur, lauk pauk, camilan, dan masih banyak lagi. Ini lah yang disebut dengan Ramadan On The Street Masjid Masjid Almansur. Tenda tersebut sengaja dipasang untuk lebih memberikan kenyamanan bagi penjual maupun pembeli, mengingat cuaca Wonosobo yang kerap hujan pada sore hari.

Ketua Harian Yayasan Masjid Al Mansur Muhammad Rustamaji mengatakan pasar Ramadan ini telah dibuka sejak tahun 2010 setiap bulan puasa. Sayangnya sempat vakum dua tahun saat pandemi, tahun ini panitia penyelenggara mencoba untuk membuka kembali.

“Kami lihat kondisi covid mulai mereda dan pemerintah juga memberi kelonggaran untuk kegiatan masyarakat. Dan tujuan kami semata-mata ingin mendongkrak ekonomi masyarakat, terutama bagi pedagang kaki lima,” jelas Rustam yang ditemui di sela-sela Ramadan On The Street, Kamis (21/4).

Kendati demikian, Rustam menjelaskan, tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika awal-awal pasar ramadan ini buka untuk 120 pedagang, kini berkurang menjadi 60. Hal ini bukan tanpa alasan, yakni agar pengunjung tidak terlalu berkerumun dan lebih leluasa.

“Meskipun sudah PPKM level 2, kami tetap menerapkan prokes. Dulu juga biasanya ada pentas seni atau kegiatan lomba-lomba di panggung utama, namun sekarang panggung utama diisi dengan pertunjukan musik dari musisi lokal tiap hari Sabtu saja,” tutur Rustam.

Pada saat yang sama, salah satu penjual makanan Fenny (30) mengatakan, dia telah berjualan di seputar Al Mansur ini sejak 2010. Dia mengaku senang berjualan di sini sebab lokasi jualan lebih nyaman karena jika sore hari sering hujan.

“Meskipun tidak serame tahun-tahun sebelumnya tapi alhamdulillah kalau jualan di sini tidak kehujanan. Tapi sayang tidak ada live music rutin seperti tahun kemarin, sekarang hanya hari Sabtu saja,” tutur penjual cibak yang sehari bisa mendapat keuntungan sampai Rp500 ribu ini.

Tak jauh beda dengan Dian (40) yang menjual aneka sayur serta lauk di dekat pintu masuk masjid. Meskipun baru pertama kali jualan di sini, ia merasa senang karena jualannya laris manis.

“Saya biasa jualan lauk online, sekarang coba jual di sini lumayan hasilnya. Sehari bisa sampai Rp500 ribu, apalagi kalau akhir pekan bisa lebih dari itu,” kata Dian.

Di sisi lain, Tata (30) mengaku hampir tiap hari mencari takjil di seputar Masjid Almansur. Sebab menurutnya makanan yang dijual lebih enak dan variatif.

“Di sini juga nyaman tidak kehujanan. Bersih juga karena kebersihan dijaga juga sama pengurusnya, jajanan juga lebih komplit,” ujar dia.

Sama halnya dengan Hesti (30) yang berdomisili di Andongsili. Dia mengatakan sering membeli makanan untuk buka puasa di sini. “Tempatnya strategis, searah saya pulang kerja. Jadi sekalian saja mampir sini,” tukas Hesti.(ang)

Pos terkait