Pondok Pesantren Sukawarah Roudlotus Sholichin Sholichat di Desa Kalijaran, Rumah ke Dua Ganjar

IMG 20220220 WA0046

Mercusuar.co, Purbalingga – Pondok Pesantren Sukawarah Roudlotus Sholichin Sholichat yang didirikan oleh KH Hisyam Abdul Karim. Sebuah pondok sekaligus pusatnya laskar santri melawan penjajahan Belanda. Kyai Hisyam adalah kakek Atikoh, mertua Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Pondok Pesantren Sukawarah Roudlotus Sholichin Sholichat di Desa Kalijaran, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga, bagaikan rumah kedua bagi Gubernur Jawa Tengah yang akrab disapa Ganjar.

Setiap ada kegiatan di Purbalingga, Ganjar hampir selalu menyempatkan diri berkunjung. Seperti kunjungan-kunjungan sebelumnya, Ganjar selalu berziarah ke makam Mbah Hisyam.

“Ini keluarga sebenarnya. Kemarin kebetulan (salah satu saudara) om meninggal dan baru bisa takziyah hari ini, sekaligus mampir, karena di sini ada makam keluarga dari istri, dan di sini juga keluarga besar istri lahir. Simbah (KH Hisyam Abdul Karim) dulu yang mendirikan pondok ini,” kata Ganjar, Sabtu (19/2).

Setiap kali Ganjar berkunjung ke Ponpes Roudlotus Sholichin Sholichat selalu saja ada yang membuatnya merasa senang dan bangga. Tentu saja karena ponpes yang dirintis oleh Kiai Hisyam itu terus berkembang, di bawah asuhan anak-cucunya.

“Keluarga dari ayah mertua hanya tinggal om yang paling bungsu, sekarang yang mengasuh pesantren ini. Hari ini anak cucunya mulai mencoba mengembangkan kawasan pondok seperti yang ini, ada gedung baru, santri sudah mulai tambah, Madrasah Aliyahnya sudah ada,” ungkapnya.

Disana, ia akan menyempatkan ngobrol dengan para santri. Sejumlah santri yang mengikutinya ke areal makam dipanggil.

“Mas, sini Mas. Ini nanti ajak santri lain untuk membersihkan, jangan sampai berlumut. Digosok seperti ini lho,” ujar Ganjar sambil mempraktikkan cara membersihkan lumut di sekitar keran air.

Ganjar juga mengingatkan para santri untuk disiplin protokol kesehatan. Seperti pemakaian masker setiap saat sebagai langkah pencegahan agar tidak tertular Covid-19.

“Ayo, mana maskernya. Maskernya dipakai dengan benar. Semuanya sudah divaksin juga kan,” kata Ganjar kepada para santri.

Cukup lama Ganjar ngobrol dengan para santri. Selain soal kesehatan, pembicaraan juga menyinggung soal keseharian santri hingga wawasan kebangsaan. Ganjar nampak sudah seperti santri senior atau pengasuh pondok.

“Semoga ajaran Simbah Kyai Hisyam bisa terus kita lestarikan dan kembangkan, untuk mendidik mental para santri, mencintai republik ini,” tutur Ganjar.(ap)

Related posts