Kemensos Beri Bantuan Uang Tunai Sebanyak 630 Anak Terdampak Pandemi Covid-19

WhatsApp Image 2022 02 11 at 14.58.33

MERCUSUAR.CO, Ungaran – Sebanyak 630 anak yang terdampak pandemi Covid-19 di Kabupaten Semarang mendapat bantuan uang tunai dari Kementerian Sosial RI.

Mereka menjadi anak yatim atau piatu karena salah satu atau kedua orang tuanya meninggal dunia terpapar Covid-19. “Bantuan diberikan langsung ke rekening bank orang tua yang masih ada ataupun wali anak,” terang Prisma Rizky Rahmasi, pekerja sosial Kementerian Sosial RI saat ditemui di sela-sela pembagian buku tabungan dan kartu ATM kepada penerima di ruang pertemuan Kantor Kecamatan Tengaran, Jumat (11/2) siang.

Kuota bantuan sepenuhnya ditentukan oleh Kemensos RI. Total ada 1.365 anak yang diusulkan mendapat bantuan.

Pada tahap pertama ini bantuan diberikan kepada 630 anak. Sisanya masih menunggu proses verifikasi dari Pusat. “Sampai saat ini sudah ada empat kali pengiriman bantuan ke rekening penerima,” katanya.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Prisma, bantuan disalurkan melalui Balai Rehabilitasi Sosial Anak Memerlukan Perhatian Khusus (BRSAMPK) “Antasena” Magelang. Para penerima diusulkan oleh Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) melalui aplikasi khusus Kemensos RI.

Setiap bulan, anak yang belum bersekolah mendapat bantuan Rp200 ribu. Jika sudah bersekolah mendapat Rp300 ribu per bulan. Anak-anak itu tersebar di 17 dari 19 kecamatan yang ada. Jumlah penerima terbanyak berasal dari Bawen. Sedangkan dua kecamatan yang belum mengusulkan yakni Bancak dan Kaliwungu.

Kasi rehabilitasi sosial Dinsos Kabupaten Semarang Widi Winarsih yang ikut hadir pada acara itu mengatakan pihaknya akan terus mengintensifkan peran TKSK mendata anak-anak terdampak Covid-19 tersebut. “Dua kecamatan yang belum mengusulkan akan didorong untuk mendata lebih teliti. Kemungkinan masih ada anak-anak bernasib serupa yang belum tersentuh bantuan ini,” ujarnya.

Salah seorang penerima bantuan, Lasmini (44) mengaku senang dengan adanya bantuan uang tunai. Warga RT 9 RW 2 Desa Sugihan, Tengaran ini menjanda setelah suaminya meninggal dunia terpapar Covid-19. “Selama ini Bapaknya yang bekerja. Uang bantuan ini untuk membiayai dua anak Saya yang masih sekolah,” tuturnya.(dj)

Related posts