Satpol PP Kota Semarang Segel 13 Tempat Usaha Tidak Gunakan Aplikasi PeduliLindungi

WhatsApp Image 2022 02 09 at 16.28.43

MERCUSUAR.CO, Semarang – Satpol PP Kota Semarang menyegel 13 tempat usaha yang melanggar protokol kesehatan, pada Senin (7/2/2022) malam. Penindakan tegas ini dilakukan karena tidak gunakan aplikasi PeduliLindungi, seiring meningkatnya kasus covid-19 di Kota Semarang.

Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan penyegelan dilakukan dilakukan menindaklanjuti mulai tingginya angka kasus covid-19.

“Karena kasus covid-19 meningkat, Kota Semarang Jadi PPKM Level 2. Sehingga ada perintah pimpinan agar dicek aplikasi PeduliLindungi. Ternyata banyak yang engga pakai aplikasi itu,” ungkap Fajar usai lakukan penyegelan, beberapa waktu yang lalu.

Adapun 13 tempat usaha yang disegel yakni dua alfamart di Jalan Puri Anjasmoro, satu Indomaret di Puri Anjasmoro, dua alfamidi di Puri Anjasmoro, toko pakaian di Puro Anjasmoro, Barbershop di Puri Anjasmoro, Resto Masakan Padang, Kafe Skenario, dan Toko Kue Holand Bakery. Selain itu ada juga tiga kafe di Kawasan Pantai Marina turut disegel.

Ia menyayangkan sikap para pihak management yang dianggap tak patuh aturan protokol kesehatan. Padahal pandemi covid-19 sudah ada selama dua tahun.

“Pandemi kan sudah tahunan, mustahil kalau engga tahu. Saat ini ranahnya bukan sosialisasi tapi penindakan,” katanya.

Ia menghimbau para pelaku usaha agar patuh aturan. Sebab penggunaan aplikasi PeduliLindungi wajib untuk semua orang, tanpa terkecuali.

“PeduliLindungi ini menjadi sebuah kewajiban untuk semua orang mulai dari presiden hingga walikota dan masyarakat umum,” tegasnya.

Sementara itu, seorang karyawan kafe di Pantai Marina bernama Ryan mengaku kaget dengan adanya penyegelan ini. Sebab ia tak menerima informasi akan adanya razia.

“Ya kaget saja mendadak didatangi. Tadi diberitahu sih kalau kesalahannya karena engga ada PeduliLindungi,” ucapnya.(ap)

Related posts