BIN Daerah Jateng Kebut Vaksinasi Anak Usia 6 Hingga 11 di Berbagai Daerah

Snapshot 214 1

MERCUSUAR.CO, Boyolali – Melonjaknya kasus Covid- 19 beberapa hari terakhir menjadi perhatian tersendiri  Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Jawa Tengah. Binda Jateng terus kebut vaksinasi untuk anak usia 6 – 11 tahun.

Hari ini Binda Jateng melakukan vaksinasi massal di  sejumlah Kabupaten di Jawa Tengah, Rabu (9/2/2022)  dengan target 17.000 dosis. Di Boyolali Binda Jateng melaksanaan vaksinasi massal anak usia 6 hingga 11 tahun di Kecamatan Sawit diadakan di tiga tempat salahsatunya di SD N 2 Manjung Sawit Boyolali dengan sasaran 700 dosis. Vaksinasi ini merupakan dosis ke dua.

“Kegiatan hari ini vaksinasi tahap kedua dosis kedua dengan sasaran khusus di SD N Manjung dua sebanyak 280 dosis,” kata Kepala Sekolah SD N 2 Manjung Hartiyah.

Hartiyah berharap semoga untuk Boyolali khususnya di Sawit terbebas dari penyebaran covid-19 dan segera bisa PTM penuh.

Sementara itu Kepala BIN Daerah (Binda) Jawa Tengah Brigjen TNI Sondi Siswanto menjelaskan Jenis vaksin yang dipergunakan bagi anak  yaitu jenis sinovac yang telah mendapatkan ijin dari BPOM untuk dipergunakan bagi anak usia 6 hingga 11 tahun.

“Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) atau efek samping dari pemberian vaksinasi COVID-19 pada anak usia 6-11 cenderung lebih rendah dibandingkan pada orang dewasa hal ini membuktikan bahwa pemberian vaksinasi COVID-19 pada anak usia 6-11 tahun aman dan sifatnya cenderung ringan serta mudah diatasi,”katanya.

Lebih lanjut Sondi mengatakan meski gejala Covid-19 Omicron terbilang ringan, angka penularan yang tinggi memicu kekhawatiran pemerintah.

“Karena itu pemerintah tetap merekomendasikan penerapan protokol kesehatan yang ketat agar fasilitas kesehatan tidak dibanjiri pasien Covid,”ucapnya.

Masyarakat tidak perlu panik, namun tetap waspada menjalankan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat, terutama pada daerah-daerah yang sedang mengalami lonjakan kasus Covid-19. Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tidak berpergian keluar negeri terlebih dahulu, disamping tetap membatasi aktivitas di luar rumah sebagai langkah dan upaya pemerintah menghadapi virus omicron atau Pandemi Covid-19. (fen)

Related posts