Antisipasi Antraks, Sapi dari Gunungkidul Dilarang Masuk Klaten

images 5
Ilustrasi Pemberian Vaksin Pada Sapi

MERCUSUAR.CO, Klaten – Langkah antisipasi dilakukan oleh Pemkab Klaten menyusul temuan kasus antraks di Kabupaten Gunungki dul. Pemkab Klaten menutup sementara aktivitas jual beli hewan ternak dari daerah terjangkit antraks selain itu juga melakukan vaksinasi pada hewan ternak yang berada di daerah perbatasan.

Temuan kasus antraks di Gunungkidul perlu mendapat perhatian dikarenakan banyak populasi ternak sapi di Klaten yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Gunungkidul. Langkah awal adalah dengan memberikan vaksinasi bagi hewan ternak yang berada di daerah perbatasan.

Bupati Klaten,Sri Mulyani mengatakan langkah awal untuk mengantisipasi penyebaran antraks di Klaten adalah dengan memberikan vaksin pada hewan ternak terutama yang berada di daerah perbatasan. Vaksin akan dilakukan pada 8 – 11 Februari. Disamping itu juga akan melakukan pengendalian aktivitas jual beli hewan ternak dari Gunungkidul maupun daerah lain yang terjangkit antraks sampai kondisi membaik.

“ Vaksin untuk hewan ternak di daerah perbatasan akan dimulai pada 8 – 11 Februari. Jual beli hewan ternak dari daerah yang terjangkit juga akan kita stop dulu sambil menunggu vaksin selesai dan melihat hasil razia daging di RPH maupun di pasar, kata Bupati Klaten Sri Mulyani, Senin (7/2/2022)

Sementara itu Kabid Peternakan Dinas Ketahanan Pangan ( DKPP )Kabupaten Klaten, Triyanto mengatakan terdapat beberapa wilayah di perbatasan yang akan menjadi perhatian DKPP diantaranya Desa Karangturi dan Desa Gentan Kecamatan Wedi, Desa Kaligayam Kecamatan Gantiwarno, Desa Karangasem dan Desa Burikan Kecamatan Cawas serta Desa Bogem dan Desa Ngerangan Kecamatan Bayat. Total ada sekitar seribuan hewan ternak yang akan menerima vaksin.

Triyanto menambahkan pasar – pasar hewan di wilayah perbatasan akan menjadi perhatian guna menekan mobilitas hewan ternak dari daerah yang  terjangkit antraks. Mulai dari pasar Prambanan maupun pasar Gadungan Kecamatan Wedi. Selain itu juga akan dilakukan penyemprotan rutin di pasar hewan tersebut.

“ Sebagai antisipasi kita akan membatasi mobilitas hewan ternak dari daerah terjangkit antraks,kita juga sudah melakukan koordinasi dengan pihak pasar hewan terutama di daerah perbatasan dan akan kita lakukan penyemprotan rutin,” tambah Triyanto. (fen)

Related posts