343 Kasus Covid-19 di Kota Semarang

WhatsApp Image 2022 02 08 at 09.11.27

MERCUSUAR.CO, Semarang – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan banyaknya kasus yang ada di Kota Semarang sebagian besar disumbang dari para pelaku perjalanan yang masuk ke Kota Semarang.

Bahkan disinyalir varian virus yang ada di Kota Semarang adalah Omicron yang memang diketahui lebih cepat penyebarannya dibanding dengan varian sebelumnya, delta.

“Di dasboard siagacorona dari hari ke hari naiknya cepat, tidak seperti varian delta. Ini harus disikapi, dicermati, disadari. Dugaannya mungkin omicron telah menyebar,” ungkapnya, Senin (7/2).

Kasus Covid-19 di Kota Semarang saat ini sangat cepat penyebarannya. Berdasarkan  dari data  siagacorona.semarangkota.go.id hingga Senin  (7/2). Tercatat 301 kasus berasal dari warga ber KTP Semarang dan 42 lainnya berasal luar KTP Semarang.

Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi tersebut mengatakan, sudah mengirimkan sampel untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui jenis varian Covid-19. Meski belum ada hasil laboratorium resmi,  ia menduga, varian Omicron mulai menyebar karena kenaikan kasus di Kota Lunpia sangat cepat dua pekan terakhir. 

Tidak dipungkiri jika pelaku perjalanan menduduki peringkat teratas sebagai penyumbang bertambahnya kasus Covid-19 di Kota Semarang. Setelah itu disusul dengan penularan dari area perkantoran, keluarga dan dunia pendidikan.

Ia mengakui, jika varian Omicron cenderung tidak memiliki gejala klinis yang berat seperti Delta, bahkan seringnya pasien yang terpapar tidak memiliki gejala dan merasa dirinya sehat.

“Meskipun sudah mendapatkan vaksin, tapi lupa protokol kesehatan membuat virus ini cepat menyebar,” katanya

Ia meminta masyarakat yang melakukan isolasi mandiri di rumah bisa berpindah ke isolasi terpusat agar tidak menularkan kepada anggota keluarga.

“Kalau yang sakit dirumah, pasti akan menulari yang sehat. Jadi harus dibawa ke isolasi terpusat. Saya minta kepala puskesmas untuk bisa berkoordinasi dengan lurah, Polsek, dan Koramil untuk membawa ke isolasi terpusat,” ucapnya

Upaya Pemerintah dalam menekan angka Covid-19 semakin melonjak selain terus mengingatkan akan disiplin protokol kesehatan juga terus melakukan percepatan vaksinasi booster atau vaksin tahap kita. Pasalnya hingga saat ini vaksinasi booster masih diangka hampir 10 persen. Hal ini dinilai Hendi masih cukup kecil.

“Saya sudah menegur Kepala Dinkes, namun katanya masih  fokus vaksinasi dosis kedua untuk pelajar. Saya pikir bisa kolaborasi TNI, Polri dengan pemda, bergabung melakukan booster secara masif. Kalau tidak percepatan, ya Covid-19 tidak akan bisa kita tekan,” tegasnya.(ap)

Related posts